Heboh ‘Mozaik Salib’, Kapolresta Solo: Jangan Terprovokasi!

Tugu Pemandengan sebagai titik pusat, dan simbol delapan arah mata angin ditunjukkan dengan mozaik warna kuning.

SOLO – Sekretaris Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, Taufan Basuki selaku perencana, menjelaskan maksud mozaik di Jalan Jenderal Sudirman yang disebut mirip salib. Menurutnya desain mozaik yang melingkari Tugu Pemandengan merupakan sebuah kesatuan dengan bundaran Gladag dan Pagelaran Keraton Kasunanan Surakarta.

Mozaik Jalan Jenderal Sudirman Solo yang diklaim mirip salib. Foto: metrojateng.com

“Itu nantinya akan menjadi satu kesatuan dengan bundaran Gladak. Kami akan pasang batu andesit dan motif paving, dan proyeknya sedang dikerjakan sekarang,” ujarnya saat ditemui di Balai Kota Solo, Rabu (16/1/2019).

Taufan menjelaskan, desain tersebut memiliki makna tentang delapan arah mata angin. Tugu Pemandengan sebagai titik pusat, dan simbol delapan arah mata angin ditunjukkan dengan mozaik warna kuning.

Sementara itu, kerabat Keraton Kasunanan Surakarta, KGPH Puger, membenarkan gambar motif mozaik yang terpasang di depan Balai Kota tersebut. Ia menerangkan arah mata angin merupakan salah satu filosofi Jawa. Selain arah ke samping, terdapat pula arah vertikal, yakni mengarah kepada Tuhan.

“Pandangan raja itu lurus dari Pagelaran Keraton Kasunanan Surakarta sampai Tugu Pemandengan. Dalam melihat lurus itu, delapan arah mata angin itulah raja harus mengingat,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Kapolresta Solo, Kombes Pol Ribut Hari Wibowo, mengimbau masyarakat lebih jernih dan bijak dalam menanggapi sesuatu. Ia meminta masyarakat untuk tidak terpancing dan terprovokasi isu-isu yang bisa membuat gaduh Kota Solo.

“Persepsi Anda ditentukan sudut pandang Anda. Saya imbau masyarakat tidak terprovokasi,” tutupnya.

Munculnya berita tersebut setelah beberapa mesia sosial mengunggah foto mozaik Jalan Jenderal Sudirman yang berada di depan Kantor Balai Kota Solo. Dari foto yang diambil dengan menggunakan drone tersebut motif mozaik disebut-sebut mirip penampakan bentuk sebuah salib.

Mozaik yang disebut mirip dengan salib karena di sisi selatan lebih panjang dari sisi lainnya. Ditambah lagi adanya water barrier pembatas jalur yang dipasang memanjang ke selatan. (MJ-25)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.