Heboh Mabuk Rebusan Pembalut, Puan Mengaku Belum Tahu

Para remaja yang kecanduan air rebusan pembalut berusia 13-16 tahun.

SOLO – Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani mengaku belum mendapat laporan adanya kasus rebusan air pembalut digunakan untuk mendapatkan efek narkoba yang dilakukan oleh anak jalanan di Pantura Jawa Tengah.

Puan Maharani usai menghadiri acara di Solo, Jumat (9/11/2018). Foto: metrojateng.com

Hal tersebut ia sampaikan usai menghadiri acara Sosialisasi Wajib Paud dan Penguatan Nilai-nilai Revolusi Mental di Balai Kota Solo, Jumat (9/11/2018). “Kami cek dulu, namun jika ada kejadian seperti itu dan sudah diselidiki oleh polisi, maka kami akan cari penyebabnya kenapa bisa seperti itu,” ujar Puan.

Senada juga disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy. Ia akan segera mengecek kasus tersebut dan menelusuri asal mula dampak rebusan air pembalut pada para remaja.

“Saya belum mendapat laporan, nanti saya cek terlebih dulu,” ujarnya sembari meninggalkan kerumunan wartawan.

Baru-baru ini Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng menemukan adanya remaja yang kecanduan meminum air rebusan pembalut untuk mendapatkan efek ‘fly’ seperti mengonsumsi narkoba. Para remaja yang kecanduan air rebusan pembalut berusia 13-16 tahun. Keberadaan mereka, tersebar di kawasan pinggiran Purwodadi, Kudus, Pati, Rembang, dan Kecamatan Semarang Timur.

Keterbatasan ekonomi menjadi alasan remaja tersebut memilih menenggak air rebusan pembalut. Padahal di dalam pembalut mengandung dioksin, polimer hingga formalin yang sangat berbahaya bagi tubuh dan bisa memicu kanker. (MJ-25)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.