Hasanah Card, Ajarkan Bijak Berbelanja Tanpa Takut Riba

BNI Syariah sebagai lembaga jasa keuangan yang memiliki berbagai produk perbankan melalui Hasanah Card berkomitmen memberikan solusi yang hasanah bagi masyarakat.

TANGGAL tua tidak hanya masa sulit di kantong saat akhir bulan, tapi juga godaan bagi pekerja kantoran seperti Nimas Ayu (30). Pada tanggal tersebut hasrat ingin berbelanja justru tinggi, karena banyak merchant yang memberikan penawaran menarik seperti promo atau diskon di waktu sebelum gajian. Nimas, seorang karyawan perusahaan startup di Semarang tidak tahan untuk membeli paket makeup merek Focallure edisi khusus yang berkolaborasi dengan beauty influencer terkenal Tasya Farasya melalui Shopee. Promo yang ditawarkan lumayan, ada potongan hingga Rp 100.000 dari harga normal.

Karyawan BNI Syariah menunjukkan wujud dari kartu Hasanah yang berfungsi seperti kartu kredit berbasis syariah Islam. Foto: metrojateng.com/anggun puspita

Setelah ditimbang-timbang dan berpikir ulang, akhirnya Nimas melakukan transaksi. Tidak menggunakan kartu debit seperti biasanya, kali ini dia memanfaatkan Hasanah Card, kartu kredit syariah dari BNI Syariah (iB) miliknya. Dia memilih dan menggunakan kartu tersebut sejak mendaftar sebagai nasabah BNI Syariah setahun lalu.

‘’Sebagai muslim, saya terbilang cukup banyak pertimbangan untuk memilih produk perbankan. Saya memilih bank syariah dan kebetulan saat mendaftar jadi nasabah BNI Syariah saya ditawari kartu Hasanah, kartu kredit syariah. Karena sesuai prinsip, ya sekalian aja memanfaatkan,’’ tuturnya.

Tidak sering, tapi setiap kali memanfaatkan Hasanah Card untuk berbelanja ada perasaan aman dan nyaman bagi Nimas. Apalagi, setelah mendapat penjelasan tentang produk tersebut sebagaimana sesuai dengan syariat agama Islam.

‘’Cara memakainya saat transaksi mudah dan cepat, pelunasannya pun tidak ribet dan tanpa khawatir riba,’’ ungkapnya.

Nimas adalah satu dari masyarakat luas yang beralih dan menerapkan gaya hidup syariah, termasuk dalam mengelola keuangan secara bijak dengan kartu kredit syariah. Sedangkan, BNI Syariah sebagai lembaga jasa keuangan yang memiliki berbagai produk perbankan melalui Hasanah Card berkomitmen memberikan solusi yang hasanah bagi masyarakat dalam aktivitas dengan lebih mudah, termasuk dalam berbelanja online ataupun memenuhi kebutuhan akomodasi saat bepergian ke luar kota dan luar negeri.

Keamanan dan kenyamanan bagi nasabah untuk bertransaksi secara syariah ini adalah salah satu strategi yang ditempuh BNI Syariah untuk memasarkan kartu kredit syariah Hasanah.

Tiga Prinsip Akad

Branch Manager BNI Syariah Kantor Cabang Semarang, Taufan Anshari mengatakan, perkembangan zaman sangat mempengaruhi gaya hidup masyarakat. Dewasa ini masyarakat banyak yang ‘hijrah’ ke gaya hidup syariah, karena dipercaya membawa ketenangan dan kenyamanan dalam menjalani hidup sekaligus beribadah.

‘’Pada Hasanah Card kami pun menerapkan tiga prinsip akad, yakni kafalah, qardh, dan ijarah. Dalam akad kafalah, penerbit kartu adalah penjamin bagi pemegang kartu atas semua transaksi dengan merchant. Lalu, pada akad qardh digunakan ketika penerbit kartu memberikan pinjaman kepada pemegang kartu melalui penarikan tunai dari ATM. Sedangkan dalam akad ijarah, penerbit kartu merupakan penyedia jasa sistem pembayaran dan pelayanan terhadap pemegang kartu. Dengan menggunakan tiga akad ini, maka pendapatan penerbit kartu bukanlah dari bunga, melainkan dari biaya bulanan, komisi merchant dan biaya penagihan,’’ jelasnya.

Dengan demikian melalui kartu syariah Hasanah, BNI Syariah mengajak masyarakat untuk bijak dalam mengelola keuangan, bukan mendorong konsumerisme berlebihan. Hasanah sendiri memiliki sejumlah kelebihan dibandingkan kartu kredit konvensional. Selain tiga prinsip akad, kartu tersebut hanya dapat digunakan transaksi di merchant halal di seluruh dunia yang berlogo MasterCard.

‘’Jika nasabah menggunakan kartu ini untuk transaksi di merchant non halal, maka akan otomatis tertolak. Misalnya, Hasanah Card ini digunakan di bar, tempat hiburan, diskotik, dan sejenisnya pasti transaksi gagal atau langsung terblokir,’’ tutur Taufan.

Adapun, Hasanah Card tersedia dalam tiga limit antara lain, Classic dengan limit Rp 4 juta-Rp 5 juta, Gold dengan limit Rp 5 jutaan-Rp 15 juta, dan limit paling atas adalah Platinum dengan limit Rp 15 juta keatas. Sedangkan terkait segmen nasabah, mayoritas penggunanya adalah nasabah yang sudah memiliki pekerjaan, baik karyawan ataupun wirausaha.

Masih terkait pengguna, kartu syariah ini justru universal alias siapapun bisa memilikinya tidak memandang muslim atau non muslim. Sebab, faktanya ada beberapa nasabah non muslim juga memanfaatkan kartu ini, meskipun secara operasional dijalankan dengan syariat islam.

Sementara, Taufan menambahkan, sesuai perkembangan per Juni 2019 secara nasional terdapat 327.083 kartu dengan outstanding mencapai Rp 352,6 miliar. Sedangkan di kantor BNI Syariah Cabang Semarang, ada 2.000-an kartu yang dimanfaatkan oleh nasabah dengan rata-rata transaksi oustanding Rp 20 miliar per bulan.

‘’Mayoritas nasabah di Semarang memakai kartu dengan limit Gold dan digunakan untuk belanja baik langsung atau online, membeli tiket perjalanan wisata/umrah, dan lainnya. Untuk memperluas pemasarannya, kami menggandeng sejumlah komunitas dan korporasi seperti, Majelis Taklim Telkomsel (MTT), Majelis Taklim Telkom Group (MTTG), Universitas Airlangga, Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor, Shafira, Aerohajj, dan Ikatan Hakim Agung Indonesia (Ikahi),’’ tandasnya. (Anggun Puspita)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.