Harpic Kampanyekan Aksi Toilet Bersih

Darius Sinathrya; Karim Kamel, General Manager Reckitt Benckiser Hygiene Home Indonesia; Sugeng Priyono, Direktur Operasional KOMIDA; Luis Ramirez, Marketing Director Reckitt Benckiser Hygiene Home Indonesia; Don Johnston, Operations Director Water.org Indonesia menyosialisasikan kampanye Aksi Toilet Bersih di Jakarta. Foto : metrojateng.com/dok.

 

SEMARANG – Sanitasi buruk masih menjadi permasalahan besar di Indonesia. Hal itu karena sebagian masyarakat belum memiliki akses toilet dan sanitasi yang bersih.

Kondisi ini tentu berisiko besar mencemari lingkungan, mempengaruhi kesehatan hingga menyebabkan kematian bagi warga sekitar.

“Masih banyak masyarakat yang tidak memiliki akses terhadap air bersih dan sanitasi layak sehingga buang air besar di ruang terbuka menjadi permasalahan global yang harus segera diatasi. Berbekal pengalaman 100 tahun memberikan akses terhadap toilet bersih dan higienis, Harpic berkomitmen untuk menjadi bagian dalam mengatasi krisis kebersihan dan sanitasi global ini,” General Manager Reckitt Benckiser Hygiene Home Indonesia, Karim Kamel.

Bersama dengan mitra kerja lainnya, lanjut dia, Harpic ingin meningkatkan kesadaran publik akan pentingnya perubahan perilaku hidup bersih dengan toilet dan sanitasi layak. Sehingga, tidak ada lagi masyarakat yang buang air besar sembarangan.

Menurut data STBM, 4.5 juta rumah tangga di Pulau Jawa-pun masih mempraktekan BABS. Hal ini mendorong Harpic, pembersih toilet yang diproduksi dan dipasarkan oleh Reckitt Benckiser berkomitmen untuk mengentaskan permasalahan BABS di Pulau Jawa pada tahun 2025. Untuk merealisasikan komitmen tersebut, Harpic menggandeng Water.org, SATO, dan Koperasi Simpan Pinjam Mitra Dhuafa (KOMIDA) untuk bekerja sama mengedukasi tentang pentingnya hidup bersih dengan dan memiliki toilet dan sanitasi layak.

“Indonesia adalah negara terpadat keempat di dunia dimana hampir 28 juta orang Indonesia kekurangan air bersih, dan 71 juta orang tidak memiliki akses ke fasilitas sanitasi yang lebih baik. Dan bagi jutaan keluarga Indonesia yang berpenghasilan rendah, sambungan atau sumur air baru dan toilet yang lebih baik tidak dapat dijangkau sehingga dibutuhkan bantuan investasi dari berbagai pihak agar akses untuk air bersih dan sanitasi yang baik itu dapat dijangkau lebih banyak masyarakat. Kami senang hati menyambut kerja sama dengan Harpic yang menunjukkan komitmen dan misinya untuk memberikan akses toilet serta air bersih kepada masyarakat yang lebih luas,” ujar Don Johnston, Operations Director Water.org Indonesia.

Sebagai langkah awal, Harpic telah mengajak masyarakat untuk berkontribusi memberikan akses terhadap toilet yang lebih bersih kepada masyarakat yang membutuhkan melalui kampanye Aksi Toilet Bersih. Kampanye ini dimulai dengan ide yang sederhana, yakni membeli dua produk Harpic untuk membersihkan toilet rumah melalui e-commerce Shopee dan Lazada, pembeli berkesempatan untuk menyumbangkan satu produk Harpic bagi mereka yang membutuhkan akses terhadap toilet bersih. Kampanye ini dimulai sejak 27 November sampai dengan 30 Desember 2019 dan berlangsung di seluruh Indonesia. Dari kampanye tersebut, Harpic berhasil mengumpulkan 3.545 produk yang setelahnya akan didonasikan kepada KOMIDA.

Kampanye Aksi Toilet Bersih ini pertama kali diluncurkan pada peringatan Hari Toilet Sedunia 2019 yang diperingati setiap tanggal 19 November.

“Kampanye ini tidak hanya sekedar membeli dan mendonasikan produk, namun juga sebagai gerakan peningkatan kesadaran akan pentingnya akses sanitasi layak bagi kesehatan masyarakat. Dengan turut serta dalam kampanye ini, masyarakat tak hanya mendapatkan toilet rumah yang 10 kali lebih bersih namun secara bersamaan berkotribusi untuk memberikan akses terhadap toilet dan sanitasi bersih bagi saudara kita yang membutuhkan,” ujar Luis Ramirez, Marketing Director Reckitt Benckiser Hygiene Home Indonesia. (ang)

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.