Harga Beras Tinggi, Inflasi Januari Melonjak

Pekerja di salah satu gudang beras di Pasar Dargo Semarang. (foto: metrojateng.com)

SEMARANG – Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah merilis inflasi Januari 2018 melonjak tajam yakni mencapai 0,88%. Kondisi itu dipicu oleh tingginya harga beras pada beberapa waktu belakang ini.

Kepala BPS Jawa Tengah, Margo Juwono mengatakan, inflasi Jateng ini bahkan lebih tinggi dibandingkan nasional yang sebesar 0,62%. Adapun, naiknya harga komoditas kelompok bahan pangan, khususnya beras, memengaruhi tingginya inflasi pada Januari 2018.

“Kondisi ini terjadi di semua kota SBH (survei biaya hidup), dengan catatan paling tinggi adalah Cilacap sebesar 1,33% dan terendah di Surakarta sebesar 0,55%,” ungkapnya, Kamis (1/2).

Menurut dia, inflasi terjadi karena kenaikan harga yang ditunjukkan naiknya indeks semua kelompok pengeluaran yang ada, seperti bahan makanan sebesar 3,38% diikuti kesehatan sebesar 0,75%.

BPS Jateng mencatat ada lima komoditas penting yang berpengaruh terhadap inflasi pada Januari 2018, yakni naiknya harga beras, cabai rawit, cabai merah, daging ayam ras, dan tarif rumah sakit (RS).

“Beras sumbangan cukup besar sebagai penyebab inflasi. Kemudian, diikuti cabai rawit dan merah. Hal itu dipengaruhi pasokan yang minim dan cuaca,” jelasnya.

Lebih lanjut Margo mengatakan, inflasi merupakan hal paling strategis yang harus diwaspadai karena menyangkut daya beli masyarakat. Jika harga komoditas terus naik akan menurunkan daya beli masyarakat.

“Harapannya, harga komoditas relatif tidak banyak bergerak. Kalau harga-harga bergerak cepat, sementara pendapatan masyarakat tetap akan mengganggu daya beli,” katanya.

Sementara itu, dapat dilihat upaya yang dilakukan pemerintah selama ini untuk mengendalikan harga beras di pasaran sudah cukup bagus, seperti operasi pasar beras dan beras murah di beberapa titik.

inforgrafis berdasar harga beras pertengahan Januari 2008. (grafis: Akbrianto)

“Upaya pemerintah sudah cukup bagus, seperti menggelar operasi pasar beras dan penjualan beras murah di beberapa titik. Artinya, masyarakat bisa menjangkau beras pada harga normal,” tuturnya.

Apalagi, kata dia, pasokan beras secara nasional sudah menjadi isu hangat sampai harus mengimpor beras, sebab pasokan beras yang terbatas di pasaran bisa menyebabkan harga tinggi. (ang)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

+ 87 = 88

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.