Harga BBM Turun, Tarif Taksi Tak Menyesuaikan

 

Ilustrasi
Ilustrasi

SOLO – Awal pekan ini pemerintah kembali menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Namun sejumlah pelaku usaha transportasi di Kota Solo ogah menyesuaikan tarif terhadap harga BBM, karena jika melakukan penyesuaian tarif bakal berimbas pada besarnya ongkos operasional. Salah satunya hal tersebut dirasakan oleh pelaku usaha taksi.

Ketua Koperasi Sopir Indonesia (Kosti) Solo, Supriyono, mengaku bahwa pihaknya tak mengikuti peraturan Kementeri Perhubungan (Kemenhub) terkait penurunan tarif sebesar 5 persen.

“Kami tak menurunkan tarif taksi, karena memang proses penurunan tarif sangat rumit. Selain itu, untuk mengubah tarif dasar di argometer juga perlu mengeluarkan uang yang lebih. Karena kami harus mendatangkan petugas dari Jakarta guna melakukan tera ulang oleh Balai Meterologi Surakarta,” ujarnya saat dihubungi wartawan, Kamis (22/1).

Bahkan pihaknya membocorkan untuk merubah argometer harus mengeluarkan biaya Rp 75.000 per armada, sedangkan biaya menera ulang Rp 60.000 per armada. Masing-masing kemudian dikalikan dengan jumlah armada taksi yang dimiliki.

“Kosti Solo mempunyai 220 armada taksi. Jadi biaya yang harus kami keluarkan untuk merubah tarif sekitar Rp 29,7 juta. Sekarang, apabila pemerintah berencana akan mengubah harga BBM Subsidi dua minggu sekali, berapa besar biaya lagi yang harus kami keluarkan. Ini tentu sangat memberatkan kami,” tegasnya. (MJ-16)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

53 − 50 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.