Harga BBM Nonsubsidi di Jateng Naik

Saat ini harga minyak dunia rata-rata menembus 80 dolar AS per barel.

JAKARTA- PT Pertamina menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi di SPBU. Keputusan tersebut resmi berlaku di seluruh Indonesia mulai Rabu (10/10/2018), pukul 11.00 WIB.

 

Jajaran pimpinan Pertamina MOR IV meresmikan Terminal BBM Semarang sebagai titik distribusi baru Pertamax Turbo untuk wilayah Jawa Tengah dan DIY, Kamis (20/9/2018). Foto: metrojateng.com/Anggun Puspita

Harga BBM yang mengalami kenaikan di antaranya, Pertamax Series dan Dex Series, serta Biosolar Non PSO. Sedangkan harga BBM Premium, Biosolar PSO dan Pertalite tidak naik. Kebijakan tersebut juga tidak berlaku untuk daerah yang terkena bencana alam di Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Tengah yang sementara ini harga tidak naik.

External Communication Manager Pertamina, Arya Dwi Paramita mengatakan, penyesuaian harga BBM jenis Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, Pertamina Dexdan Biosolar Non PSO merupakan dampak dari harga minyak mentah dunia yang terus merangkak naik. Saat ini harga minyak dunia rata-rata menembus 80 dolar AS per barel.

Penetapan ini, kata dia, mengacu pada Permen ESDM No 34 tahun 2018 Perubahan Kelima Atas Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 39 Tahun 2014, Tentang Perhitungan Harga Jual Eceran BBM. “Atas ketentuan tersebut, maka Pertamina menetapkan penyesuaian harga,” katanya melalui siaran pers, Rabu (10/10/2018).

Sebagai contoh di wilayah DKI Jakarta, Jawa Tengah dan DIY, harga Pertamax Rp 10.400/liter, Pertamax Turbo Rp 12.250/ liter, Pertamina Dex Rp 11.850/liter, Dexlite Rp 10.500/liter, dan Biosolar Non PSO Rp.9.800/liter.

“Harga yang ditetapkan ini masih lebih kompetitif dibandingkan dengan harga jual di SPBU lain,” tuturnya. (ang)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.