Harga Bahan Pangan Turun, Jateng Alami Deflasi 0,30 Persen

Sumbangan kelompok bahan makanan sebesar 1,54%, sedangkan kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan berkontribusi 0,52%

SEMARANG – Penurunan harga sejumlah komoditas pangan di Jawa Tengah mengakibatkan deflasi sebesar 0,30% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 132,93.

Ilustrasi. Penurunan komoditas pangan mengakibatkan Jateng mengalami deflasi 30 persen. Foto: metrojateng.com/dok

Kepala BPS Provinsi Jateng, Sentot Bangun Widoyono mengatakan, Februari ini Jateng mengalami deflasi yang lumayan tajam yakni mencapai 0,30% dan kelompok bahan makanan menjadi penyumbang utamanya.

“Sumbangan kelompok bahan makanan sebesar 1,54%, sedangkan kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan berkontribusi 0,52% terhadap total deflasi di Jateng,” katanya, Jumat (1/3/2019).

Deflasi itu terjadi di enam kota SBH di Jawa Tengah. Kota Tegal mengalami deflasi tertinggi, yaitu sebesar 0,44% dengan IHK sebesar 131,18 diikuti Kota Semarang sebesar 0,37% dengan IHK sebesar 132,50, lalu Kota Purwokerto sebesar 0,26% dengan IHK sebesar 131,74; Kota Cilacap sebesar 0,25% dengan IHK sebesar 137,83; Kota Kudus sebesar 0,21% dengan IHK sebesar 140,97 dan deflasi terendah terjadi di Kota Surakarta sebesar 0,11% dengan IHK sebesar 129,67.

“Deflasi di Jawa Tengah terjadi karena penurunan indeks pada kelompok pengeluaran, yaitu kelompok bahan makanan sebesar 1,54% dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,52%,” jelas Sentot.

Adapun, untuk kenaikan indeks terjadi pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,24%; diikuti kelompok sandang sebesar 0,22%; kelompok kesehatan sebesar 0,19%; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,13%; dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,09%.

Sementara, penahan laju deflasi di Jateng adalah naiknya harga bawang putih, sawi hijau, kangkung, bayam dan upah pembantu rumah tangga. Tingkat inflasi tahun kalender Februari 2019 sebesar minus 0,04% dan tingkat inflasi tahun ke tahun/Y on Y sebesar 1,51%.

“Naiknya harga sayuran seperti bawang putih, sawi hijau, kangkung, bayam cukup berpengaruh terhadap laju deflasi di Jateng,” tandasnya. (ang)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.