HARA Kembangkan Pertukaran Data Sektor Pangan dan Pertanian

HARA membawa terobosan dalam membantu sektor pangan dan pertanian melalui teknologi blockchain.

SEMARANG- Tren transaksi keuangan tanpa melibatkan perbankan tengah naik daun. HARA, perusahaan perukaran data berbasis blockchain menggelar serangkaian diskusi di sejumlah kota, termasuk Semarang.


Roadshow HARA di Po Hotel Semarang, Senin (26/11/2018). Foto: metrojateng.com/Ade Lukmono

CEO HARA, Regi Wahyu mengatakan, blockchain (sistem pertukaran data terbuka) yang digunakannya mampu mendukung kemajuan berbagai sektor industri.

“Kami ingin membangun pemikiran terbuka dan positif terkait dengan aset digital di masa depan. Pertukaran pengalaman dan pengetahuan antarpemain kepada masyarakat sangat diperlukan,” ujar dalam diskusi di Po Hotel Semarang, Senin (26/11/2018).

Diskusi itu juga diisi oleh pebisnis, CEO Baba Rafi Enterprise, Hendy Setiono dan Founder Success Before 30, Chandra Putra Negara.

“HARA membawa terobosan dalam membantu sektor pangan dan pertanian melalui teknologi blockchain. Tidak hanya dapat meningkatkan penghasilan petani dan masyarakat tetapi juga membantu bisnis seperti Babarafi untuk memperoleh informasi supply akurat dan transparan,” kata CEO Baba Rafi Enterprise, Hendy Setiono.

Per Oktober 2018, HARA berhasil mengumpulkan kurang lebih 10.000 data petani yang akan menerima dampak penggunaan HARA dalam hal kemudahan akses ke instansi bank dan asuransi.

HARA juga sudah bekerjasama dengan Lembaga Sosial Masyarakat (LSM), Asuransi Parolamas, BNI, BTPN, HEXA Agro, Rabobank dan beberapa instansi lainnya yang sedang dalam tahap negosiasi. (ade)

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.