Hamili ABG di Magelang, Pria Ini Dicokok Polisi

BA diciduk lantaran ada laporan dari orang tua korban, yang tidak terima anaknya dihamili.

MAGELANG – BA (31) warga Dusun Pondok, Desa Srumbung, Kecamatan Srumbung Kabupaten Magelang harus berurusan dengan polisi. Dia diduga mencabuli gadis di bawah umur hingga hamil. Korban yang masih berusia 14 tersebut kini hamil 7 bulan.

Dua pelaku pencabulan diamankan di Mapolres Magelang. Foto: metrojateng.com/ch kurniawati

Di hadapan polisi, BA mengakui seluruh perbuatannya dan siap bertanggung jawab. “Iya saya mau bertanggung jawab. Tapi orang tuanya menolak. Tapi sungguh, saya tidak tahu umur dia berapa,” kata BA saat gelar perkara di Mapolres Magelang, Selasa (15/1/2019).

Wakapolres Magelang Kompol Eko Mardiyanto mengatakan, BA diciduk lantaran ada laporan dari orang tua korban, yang tidak terima anaknya dihamili. Orang tua M tidak terima  karena anaknya masih dibawah umur dan diperlakukan tidak sepatutnya.

Menurut Mardiyanto, tersangka mengaku kalau hubungannya dengan M berdasar suka sama suka. Keduanya bahkan sudah sering melakukan hubungan intim layaknya suami istri di rumah tersangka.

“Tersangka yang sudah dewasa membujuk rayu M yang masih bau kencur, dengan mengatakan sayang, suka, cinta dan berjanji akan menikahi korban,” ungkap Eko.

Menurut Eko Mardiyanto, kasus ini akan diproses sesuai  undang-undang yang berlaku,yakni pasar 81 UU RI nomor 17/2016 tentang perlindungan anak. Adapun barang bukti yang telah diamankan yakni satu stel pakaian korban.

Dalam waktu yang hampir bersamaan, polisi juga menahan MR (21) karena diduga telah mencabuli seorang pelajar SMP, R (14). Perbuatan MR diketahui setelah ponsel korban terjaring razia di sekolah, Desember 2018 lalu. Dalam ponsel itu terdapat konten pornografi yang kemudian dikonfirmasi kepada orangtua korban.

Menurut Mardiyanto, korban telah dicabuli oleh tersangka sebanyak 3 kali. Orangtua korban lantas melaporkan MR kepada polisi. Hasil pemeriksaan sementara tersangka mengaku telah memaksa korban untuk memenuhi nafsunya dengan cara meraba bagian tubuh korban.

Dalam kasus ini, pihak polisi mengamankan barang bukti berupa pakaian korban. Selanjutnya, korban akan didampingi termasuk untuk visum di rumah sakit, dan penyidikan lebih lanjut. (MJ-24)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.