H-1 Idul Adha, Pembeli Hewan Kurban Sepi

Salah satu lapak pedagang hewan kurban di Semarang. (foto: metrosemarang.com/Efendi)

SEMARANG -Satu hari menjelang Hari Raya Idul Adha beberapa pedagang hewan kurban masih berjibaku menjual dagangannya. Puluhan ekor sapi tampak masih terparkir di salah satu kandang milik penjual hewan kurban di Jalan Gajah Raya kawasan Masjid Agung Jawa Tengah.
Wiki Pamudi, penjual hewan kurban tersebut mengeluhkan penurunan penjualan pada Idul Adha kali ini. Jika pada tahun lalu di H-1 Lebaran sudah sekitar 100 ekor sapi terjual, kini ia baru bisa menjual setengahnya saja atau sekitar 50 ekor sapi.
Sapi yang dijualnya ada berbagai macam jenis dengan harga yang bervariasi. Mulai dari harga Rp 17 juta hingga Rp 35 juta. “Kalo yang paling laku itu yang jenis Pegon mas, soalnya kalau di lihat dari bentuknya itu bagus, untuk harganya sekitar Rp 25 juta,” ujar Wiki, Kamis (31/8).
Selain Pegon, Wiki juga menjual jenis sapi lain seperti Sapi Madura dan Lemosin. Untuk sapi Madura di jualnya dengan harga sekitar Rp 20 juta, sedangkan Lemosin dijual dengan harga Rp 35 juta. Harga tersebut mengalami kenaikan dibanding tahun lalu, sekitar 20%.
“Harganya naik, tapi penjualannya menurun mas, menurun drastis malah dibandingkan dengan tahun lalu,” imbuhnya.
Padahal ia juga telah menggunakan media sosial untuk mendongkrak penjualan hewan dagangannya. Penggunaan media sosial seperti facebook untuk saat ini dirasa sangat membantu dalam penjualan hewan qurban. Namun kurangnya minat masyarakat terhadap sapi lokal saat ini membuat penghasilan berangsur para pedagang turun.
“Banyak yang milih sapi impor mas sekarang, yang nyari sapi lokal jadi tambah sedikit, omzetnya jadinya menurun,” ungkap pedagang yang mengaku warga asal Pati tersebut. Selain menjual sapi, lapak ini juga menjual kambing. Dari pertama buka pada awal Agustus lalu, sekitar 80 ekor kambing sudah terjual.
Wiki memang sudah bertahun-tahun menjadi penjual hewan kurban. Ia mengaku setahun sekali membuka lapak hewan kurban di Semarang. Ia juga pernah mengalami pasang surut hasil jualan selama berjualan hewan kurban. Selain itu, di rumahnya Pati, kesehariannya juga merupakan seorang penjual sapi. Namun penjualan akan meningkat tajam ketika musim kurban tiba. (fen)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

4 + 2 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.