Guru dan Siswa di Magelang Dibekali Kemampuan Bantuan Hidup Dasar

Beberapa materi yang diberikan berupa pengetahuan tentang pertolongan pertama kegawatdaruratan medis.

MAGELANG – Pusat Pelayanan Keselamatan Terpadu atau Public Safety Center (PSC) 119 Kota Magelang memberikan pelatihan penanganan kegawatdaruratan kepada para guru dan karyawan SMPN 13 Kota Magelang. Pelatihan ini penting untuk bekal masyarakat dalam hal penanganan kegawatdaruratan yang baik dan benar.

Pusat Pelayanan Keselamatan Terpadu atau Public Safety Center (PSC) 119 Kota Magelang memberikan pelatihan penanganan kegawatdaruratan kepada para guru dan karyawan SMPN 13 Kota Magelang. Foto: metrojateng.com/ch kurniawati

“Ada sekitar 20-30 peserta, dari guru dan karyawan SMPN 13 yang ikut kegiatan pelatihan ini,” kata Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Bidang Pelayanan Sumber Daya Manusia PSC 119 Kota Magelang, Mimin Triyanti.

PSC 119 Kota Magelang merupakan pusat komunikasi dan tim reaksi cepat pertolongan pertama pada kasus krisis kesehatan akibat beberapa hal, seperti bencana, kecelakaan kerja, kebakaran dan kecelakaan lalu lintas, medis dan lainnya.

Mimin memaparkan, beberapa materi yang diberikan berupa pengetahuan tentang pertolongan pertama kegawatdaruratan medis, seperti penanganan seseorang yang menderita serangan jantung dan penanganan korban kecelakaan.

“Materinya kami beri teori dan praktik langsung, yakni bantuan hidup dasar (BHD). Bagaimana penanganan 10 menit pertama jika menemukan seseorang terserang sakit jantung dan lainnya sebelum kemudian dibawa ke rumah sakit,” jelasnya.

Tidak hanya guru, pelatihan ini juga menyasar masyarakat umum. Beberapa pekan lalu secara rutin tim PSC 119 Kota Magelang memberikan pembekalan kepada anak-anak dan masyarakat di 17 kelurahan di Kota Magelang.

“Secara bertahap, kami juga akan memberikan pelatihan kepada komunitas, misal komunitas sepeda karena penting ketika mereka gowes juga kadang ada yang mengalami cedera,” katanya.

Siti Musyfiyah, salah satu guru SMPN 13 Kota Magelang, mengaku senang bisa mengikuti pelatihan tersebut. Sebab materi yang diberikan sangat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.

Pada pelatihan yang baru pertama kali diperoleh itu peserta mendapat materi teori dan praktik tentang bantuan hidup dasar  antara lain menangani seseorang yang tersedak ringan maupun berat.

Ke depan pelatihan serupa juga akan diberikan kepada para siswa, terutama siswa yang kerap melakukan aktivitas atau kegiatan belajar di luar kelas. (MJ-24)

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.