Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas, Magelang Diguyur Hujan Abu

Berdasar pantauan dari BPPTKG, awan panas terekam di seismogram dengan durasi 270 detik dan amplitudo 75 mm.

MAGELANG – Hujan abu terjadi di 18 desa yang tersebar di 6 kecamatan di wilayah Kabupaten Magelang. Hujan abu terjadi menyusul adanya letusan awan panas gunung Merapi, pada Senin (14/10/2019) sore pukul 16.31 WIB.

erupsi merapi
Gunung Merapi kembali meluncurkan awan panas pada Senin (14/10/2019). Foto: metrojateng.com/dok

Kepala pelaksana BPBD Kabupaten Magelang Jateng, Edi susanto mengatakan, berdasar pantauan dari BPPTKG, awan panas terekam di seismogram dengan durasi 270 detik dan amplitudo 75 mm. Terpantau kolom setinggi max ±3.000 m dari puncak. Angin bertiup ke arah Barat Daya atau Magelang. 

Atas kondisi itu, BPBD merekomendasikan, jarak bahaya 3 km dari puncak. Di luar radius tersebut masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa. Masyarakat diimbau untuk mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik.

Edi menjelaskan, sebaran hujan debu Merapi, ada di 6 kecamatan, antara lain di kecamatan Srumbung, Dukun, Sawangan, Muntilan, Salam dan Mungkid.

Sedangkan 18 desa yang terdampak beberapa di antaranya Desa Ngargosoka, Mranggen dan Srumbung yang ada di Kecamatan Srumbung. Juga Desa Sumber, Talun, Ngargomulyo, kalibening, Ngadipuro, Mangunsuko dan Dukun.

Untuk Kecamatan Salam, guyuran abu ada di Desa Sucen dan Jumoyo. Sedangkan Sawangan di Desa Sawangan. Untuk Muntilan, terpantau di Desa Tamanagung dan Muntilan, serta di Kecamatan Mungkid ada di Desa Pabelan dan Bojong.

Edi memperkirakan, jumlah desa yang terdampak akan bertambah, seiring dengan laju turunnya abu Merapi, karena terbawa angin. “Saya mengimbau kepada masyarakat untuk hati-hati dan waspada, bila keluar rumah diharapkan menggunakan masker,” ujarnya.

Senin malam, BPBD turun dengan dua tim, untuk menyosialisasikan kepada masyarakat atas informasi dari BPPTKG ini. Masyarakat diharapkan tenang dan beraktiviats seperti biasa. BPBD juga langsung membagikan masker kepada masyarakat yang terdampak.

“Kemungkinan besok masih akan dibagikan masker kepada mereka,” imbuh Edi.

BPBD akan terus melakukan komunikasi dengan BPPTKG dan hasilnya terus diinformasikan kepada masyarakat. (MJ-24)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.