Gunung Merapi Kembali Normal, Radius 3 Km Diminta Tetap Steril

Erupsi Gunung Merapi yang terjadi Senin lalu, merupakan akumulasi gas yang ada di permukaan.

MAGELANG – Setelah sempat mengeluarkan awan panas pada Senin (14/10/2019) sore, aktivitas Gunung Merapi sudah berangsur normal. Namun demikian, masyarakat sekitar harus tetap waspada, dan dilarang untuk melakukan aktivitas di jarak 3 km.

Ilustrasi. Aktivitas Gunung Merapi berangsur normal setelah sempat menyemburkan awan panas pada Senin (14/10/2019). Foto: dokumentasi

“Saat ini aktivitas gunung Merapi sudah seperti biasa, hanya ada 6 guguran kecil, asap juga kecil,” terang Hanik Humaida, Kepala Balai Penyelidikan pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) di sela-sela kegiatan penanganan darurat bencana Kabupaten Magelang di Desa Sengi Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang, Selasa (15/10/2019).

Menurut Hanik, erupsi yang terjadi Senin lalu, merupakan akumulasi gas yang ada di permukaan. Diakui, kejadian erupsi tidak terdeteksi sebelumnya.

“Tidak ada indikasi yang signifikan dari kegempaan juga tidak ada. Jadi ini hampir sama dengan kejadian pada 22 September lalu,” ucapnya.

Ia juga menyebutkan, saat ini aktivitas dalam kawah juga cenderung normal. Selama 6 jam sejak pukul 00.00 sampai 06.00 pada Selasa (15/10), hanya ada satu kali gempa MP dan dua tektonik, yang artinya aktivitas Gunung Merapi sangat rendah.

Meski demikian, pihaknya tetap mempertahankan status Merapi pada level waspada. Menurut Hanik, status ini merupakan status terlama yakni 1 tahun 5 bulan sejak 21 Mei 2018 lalu.

“Kami terus melakukan pemantauan selama 24 jam dalam sehari, dengan berbagai metoda,” ujarnya.

Menurut Hanik, kondisi Merapi yang seperti itu merupakan karakter Merapi untuk saat ini. Ia tetap menegaskan agar masyarakat sekitar untuk terus waspada dan mengikuti rekomendasi yang dikelaurkan BPPTKG.

Seperti diketahui, telah terjadi letusan awan panas Gunung Merapi pada Senin (14/10) sore sekitar pukul 16.31 WIB. Akibat letusan itu, sebanyak 18 desa di 6 wilayah kecamatan terdampak, yakni diguyur hujan abu. (MJ-24)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.