Gugah Kesadaran Warga Lewat Karnaval

?
MAGELANG – Suasana begitu meriah saat warga  desa Margoyoso kecamatan Salaman Kabupaten Magelang, menggelar karnaval bertajuk “Membangun Desa dengan Gotong Royong”, Minggu (18/9).Sesuai dengan temanya, warga secara gotong royong menampilkan berbagai potensi desa yang terletak di perbatasan antara Kabupaten Magelang dengan Purworejo. Acara ini sekaligus sebagai ajang promosi.

    Karnaval disaksikan ribuan warga sekitar yang sejak pagi sudah berdiri di pinggir jalan. Acara diawali dengan pawai budaya keliling ke beberapa dusun dengan start dari Pasar Desa Margoyoso menuju Dusun Manglong, Tlogosari,  Sabrang dan kembali lagi ke dusun masing-masing. Mereka berjalan sekitar 1,5 km.

    Karnaval bertema gotong royong sengaja di gelar untuk menggugah kembali rasa gotong royong antar warga yang dewasa ini sudah mulai hilang. 

    “Kami mengajak semua komponen masyarakat desa Margoyoso bahu membahu membangun desa yang gilang gemilang,” kata Ketua Panitia Karnaval Budaya Priyo Wahyu di sela-sela kegiatan.

    Ia mengatakan, warga desa pada zaman dulu dikenal karena semangat gotong royong. Namun berangsurnya waktu, rasa itu  mulai hilang. 

    Karnaval ini sebagai upaya mengajak masyarakat untuk membangkitkan kembali identitas desa. Yaitu gotong royong, kerja bakti,  dan musyawarah. “Kaum muda saat ini perlu diajak untuk melestarikan hal itu. Sehingga dengan identitas yang dimiliki karakteristik desa akan terbangun,” jelasnya. 

    Selain kelompok kesenian dan karya dari warga, karnaval ini menampilkan berbagai potensi yang dimiliki desa. Diantaranya seperti kerajinan kursi bambu,  produksi besek, dan lainnya. Pada karnaval ini, warga membentuk sebuah replika kapal berukuran jumbo dan permainan anak berbahan bambu. 

    Desa Margoyoso merupakan cikal bakal munculnya kerajinan kursi bambu. Karenanya, lewat karnaval ini akan kembali di bangkitkan masa kejayaan kursi bambu dari desa ini.

    Kepala Desa Margoyoso, Kecamatan Salaman M Rofiq Santoso menyampaikan apresiasi kepada kaum muda yang peduli dengan desanya. Iapun  mengajak masyarakat untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong yang mulai hilang. Karnaval budaya ini merupakan salah satu cara membangkitkan semangat gotong royong.

    Anggota DPRD Kabupaten Magelang Suroso Singgih P mengemukakan,  semangat gotong royong harus tetap ada di masyarakat. Negara ini dibangun tidak bisa sendirian,  namun dilakukan secara bersama-sama. 

    Karenanya, perlu upaya gotong royong semua pihak. Termasuk elemen sekecil apapun di lingkungan desa. 

    Ia berharap semangat anak muda ini mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Magelang. Karnaval Budaya bisa dilangsungkan setiap tahun dengan upaya mendukung berbagai potensi yang dimiliki desa. (MJ-24)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

58 − 49 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.