Gugah Bisnis Perhotelan Tentrem Resmi Dioperasionalkan

Resmi Dibuka- Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Irwan Hidayat (tengah) bersama adik-adiknya menggunting pita , tanda mulai dioperasionalkan Hotel, Apartemen dan Mall Tentrem, jalan Gajah Mada Semarang,Kamis ini. (tya)

 

SEMARANG, METROJATENG.COM-Ditengah pandemi Covid-19,  PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk melalui Induk Perusahaan  PT Hotel Candi Baru (HCB) meresmikan dioperasionalkan Hotel Tentrem. Keberanian Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Irwan Hidayat untuk meresmikan Hotel Tentrem patut diacungi jempol, karena pembukaan hotel Tentrem bertujuan untuk menggugah bisnis perhotelan dan perekonomian di Semarang.

“Kalau hotel, apartemen dan mall tidak segera diresmikan, maka ekonomi akan tambah parah dan akhirnya merugikan kita semua, apalagi hotel memiliki tenaga kerja yang banyak. Ekonomi akan semakin terpuruk dan sulit untuk berkembang. Saya berani membuka Hotel ini agar perekonomian lokal dan bisnis hotel kembali pulih,” ujar Irwan saat pembukaan Hotel Tentrem Semarang, Kamis ini.

Irwan juga mengajak UMKM , khususnya kuliner untuk menyediakan   hidangan dan sarapan di hotel dengan menu yang khas.Tidak heran UMKM kuliner dengan masakan khas daerah dibawa ke restoran , seperti nasi gandul dan masakan khas daerah lainnya hadir di peresmian hotel Tentrem untuk menjamu para tamu.

“Kami ingin UMKM bisa buka cabang di hotel-hotel maupun mall seperti restoran asing. Kami akan  promosikan dan  pasang brand mereka di hotel, sehingga tamu tahu, Semarang banyak memiliki menu yang enak dan tidak kalah dengan menu-menu asing,” tutur Irwan.

Menyinggung soal kompetisi dan persaingan pasar, Irwan yakin Hotel Tentrem di Semarang tidak akan memunculkan kompetisi karena pasar yang disasar berbeda. Tentrem mengincar kelas atas yang belum tersentuh oleh hotel yang sudah beroperasi di Semarang. Harga jual apartemen cukup tinggi mulai Rp 4,8 miliar sampai Rp 6 miliar per unit.

“Kami tidak akan berkompetisi, karena segmen pasar kami kelas atas dengan tarif Tentrem mulai Rp1,5 juta permalam. Kalau yang lain per malam Rp1,5 juta, kami ya di atasnya Rp2 juta, karena Tentrem memiliki market sendiri,” tambahnya

Proyek pembangunan gedung Tentrem Semarang dengan desain dua tower setinggi 76 meter dibangun di atas tanah seluas 9.000 m2 dengan luas bangunan 85.000 m2 dan berdiri dua tower karena dibelah di tengahnya oleh  Jalan Pekunden. Hotel Tentrem mempekerjakan 250 orang karyawan dan 1.000 orang lebih untuk mall.

Pembukaan Hotel Tentrem dilakukan tanggal 13 Agustus, karena bertepatan  dengan hari lahir Ny. Rakhmat Sulistyo, nenek Irwan Hidayat yang sekaligus pendiri Sido Muncul.”Saat ground breaking, adalah hari lahir ibu saya,”tambah Irwan.

Hadirnya Hotel  Tentrem,  mall dan apatermen Semarang ini akan memberikan kontribusi PAD dari pembayaran pajak PPN, operasional hotel, apartemen, mall, baik berupa PPN, PPh, maupun pajak bumi dan bangunan (PBB) yang diperkirakan Rp30 hingga Rp40 miliar per tahun kepada Pemerintah Kota Semarang.

Konsep bangunan Hotel Tentrem, lanjutnya, akan bertahan hingga 50 tahun dan pelaksanaanya dengan menggandeng tenaga ahli bangunan profesional, seperti halnya gedung yang banyak dibangun di Singapura.Gedung Mall megah yang dibangun menyatu dengan Hotel dan Apartement Tentrem Semarang dilengkapi berbagai fasilitas, selain hall/atrium mall dan Bioskop.

“Semarang ini tempat terbaik. Bahkan saya yakin ekspatriat sudah banyak yang tinggal di kota ini, sehingga membutuhkan fasilitas yang nyaman seperti apartemen ini. Kami juga ucapkan terimakasih  kepada Pemkot Semarang sehingga proyek terlaksana dengan baik hingga dioperasikan,” tutur Irwan.

Selain hotel, Tentrem juga dilengkapi  88 unit apartemen. Disediakan apartemen karena sebgaian masyarakat kini menyukai apartemen untuk tempat tinggal.Menurutnya, peluang bisnis properti semakin prospektif untuk jangka panjang. Sementara itu Hotel tentrem memiliki  kapasitas 216 kamar dengan tipe deluxe, premier, executive, dan president suite. Sedangkan  mall akan diberikan fasilitas super market, meeting room, gym center, utility room, dan bioskop.

“Kota Semarang enam tahun lalu sudah jauh berbeda dengan saat ini, lima tahun ke depan kami yakin ibukota Jateng ini bakal menjadi daerah yang memiliki masa depan  cerah dengan bisnis bergairah, ekonomi terus tumbuh, infrastruktur semakin bagus, dan jadi kawasan industri, termasuk di sektor kepariwisataan,” tutur Irwan. (tya)

 

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.