Gudang Amunisi di Mako Brimob Srondol Dinilai Belum Ideal

Gudang berukuran 6×6 meter tersebut digunakan untuk menyimpan bahan peledak dan bom sisa zaman perang yang ditemukan oleh masyarakat.

SEMARANG – Gudang yang meledak di Mako Brimob Srondol Semarang dinilai belum ideal untuk tempat penyimpanan bahan peledak dan bom sisa perang yang ditemukan masyarakat. Sementara bahan peledak dan bom sisa zaman perang tersebut sejak dua bulan lalu sudah diajukan untuk didisposal.

Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel meninjau lokasi ledakan di Mako Brimob Srondol. Foto: metrojateng.com/ahmad khoirul asyhar

Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel mengatakan gudang berukuran 6×6 meter tersebut digunakan untuk menyimpan bahan peledak dan bom sisa zaman perang yang ditemukan oleh masyarakat. Bahan peledak tersebut dititipkan di Mako Brimob Srondol sebelum akhirnya akan didisposal.

“Bisa dikatakan belum ideal. Ada tempat penyimpanan gudang yang lebih ideal. Ini sudah diajukan untuk tempat penyimpanan, masih dalam proses. Kontruksi sudah diusulkan kepada PT Dahana – Pindad. Apabila belum bisa dipindahkan (ke PT Dahana-Pindad), tempat sementaranya yang paling ideal seperti bunker. Benda ini sangat berbahaya kalau disimpan di atas permukaan tanah,” katanya saat ditemui di Mako Brimob Srondol, Jalan Jenderal Polisi Anton Sujarwo, Semarang, Sabtu (14/9/2019).

Adapun untuk lokasi gudang yang ideal adalah tidak boleh berdekatan dengan tempat tinggal penduduk maupun asrama polisi. Selain itu juga harus selalu terpantau selama 24 jam, baik pantauan fisik maupun menggunakan CCTV.

Dijelaskan, gudang bahan peledak dan bom tersebut terpisah dengan gudang amunisi milik Mako Brimob Srondol. Di dalam gudang yang meledak tersebut tersimpan benda temuan bom militer berupa geranat, ranjau darat, dan juga mortir. Benda-benda tersebut merupakan temuan dari masyarakat yang diserahkan kepada Gegana Sat Brimob Polda Jateng.

Proses disposal bom militer zaman perang tersebut beberapa sudah dikerjakan. Terutama untuk geranat dan ranjau kecil. Sementara untuk mortir ukuran besar proses disposal dikoordinasikan dengan Korbrimob Polri dan PT Dahana Pindad.

“Proses disposal untuk mortir ukuran besar sudah diajukan sejak dua bulan lalu. Tim dari PT Dahana Pindad juga sudah datang ke sini untuk survei. Kalau geranat dan ranjau kecil proses disposal dilakukan secara bertahap oleh Jihandak Sat Brimob Polda Jateng,” paparnya.

Untuk diketahui, gudang penyimpanan bahan peledak dan bom militer sisa zaman perang temuan dari masyarakat yang berada di kompleks Mako Brimob Srondol meledak pada Sabtu (14/9/2019) pagi. Ledakan dahsyat tersebut terjadi beberapa kali. Akibatnya gudang mengalami kerusakan pada bagian atap dan sebagain dindingnya hancur.

Selain itu, beberapa material ledakan juga terpantau tersebar ke beberapa titik di sekitar lokasi, termasuk rumah warga. Seorang anggota polisi yang juga Komandan Batalyon Gegana Sat Brimob Polda Jateng AKBP Saiful Anwar mengalami luka ringan pada bagian tangan dan kepala. (aka)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.