Gubernur Jateng Terpilih Memetik Tembakau Bareng Petani Temanggung

Sembari menunggu proses pelantikan sebagai Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo memilih ikut memetik tembakau.

SEMARANG- Untuk mengisi waktu liburnya sembari menunggu proses pelantikan sebagai Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo memilih ikut memetik tembakau saat panen raya di Desa Legoksari Kecamatan Tlogomulyo Temanggung.

Ganjar petik tembakau di Temanggung. Foto: metrojateng.com/Fariz Fardianto

Diiringi ratusan petani, Ganjar memetik 11 daun tembakau sebagai ritual awal panen. Sementara ubo rampe panen raya disiapkan berupa bubur merah, jenang, ketan, ingkung, salak, jeruk, pisang sampai mentimun.

Setiap petani yang datang membawa satu ikat daun tembakau hasil petikan dari sawah masing-masing.

Di desa Legoksari terdapat 400 kepala keluarga petani. Asmoro salah satunya yang mengawali perbincangan dengan memberi lelucon, di Legoksari semua warganya petani kecuali sekretaris desa.

“Dengan guyubnya petani dalam panen raya ini semoga memberi keberkahan,” katanya, Senin (27/8/2018).

Berbagai simbol pengharapan keberkahan pun diterapkan dalam Rondon Soto tersebut. Dari berbagai makanan yang menjadi simbolisasi sampai pemilihan hari, yakni Senin Pon, yang dalam kalender Jawa memiliki hitungan sebanyak 11.

Subakir, Kades Logoksari menyebut ada 400 hektar ladang tembakau di daerahnya. Setiap satu hektar bisa menghasilkan 1 ton kering tembakau.

Ia mengklaim tembakaunya punya potensi besar untuk jadi tembakau srintil. Salah satu varian tembakau harganya bisa mencapai Rp 1 juta per kilogram.

“Jika melihat cuaca, harapannya panen tahun inj yang berlangsung sampai Oktober, lebih baik dari tahun 2015, di mana tembakau bisa menembus great H dengan harga Rp 1,25 juta per kilogram,” katanya. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.