Gratis! Pecandu Narkoba Bisa Direhabilitasi di Kota Tegal

Di Kota Tegal dan sekitarnya diketahui masih banyak para korban penyalahguna dan pecandu yang belum tersentuh.

TEGAL – Para pecandu obat-obat terlarang yang berkeinginan untuk sembuh kini dapat sedikit bernafas lega. Pasalnya, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tegal telah memiliki layanan klinik rehabilitasi yang telah resmi dioperasikan sejak Senin (15/4/2019).

Didampingi Kepala BNN Kota Tegal, Igor Budi Mardiono (kiri), Kepala BNN Provinsi Jawa Tengah, Brigjen Pol Muhammad Nur mencoba alat pemeriksaan di Klinik Pratama Bahari. Foto : metrojateng.com/ adithya

Klinik Pratama Bahari Sehat Kota Tegal, yang berada di Jalan Ahmad Dahlan telah resmi beroperasi setelah diresmikan secara langsung oleh Kepala BNN Provinsi Jawa Tengah, Brigjen Pol Muhammad Nur didampingi Kepala BNN Kota Tegal, Igor Budi Mardiono.

Dipaparkan Brigjen Pol Muhammad Nur, puluhan orang telah menjadi korban penyalahgunaan narkoba selama kurang lebih empat tahun. Mereka umumnya telah menjalani rehabilitasi di berbagai daerah, termasuk di antaranya berasal dari Kota Bahari.

“Pada tahun 2016 penderita narkoba sebanyak 29 klien, tahun 2017 mencapai 20 klien. Pada 2018, 19 klien dan 6 tersangka yang diassesmen oleh tim terpadu. Kemudian pada 2019 hingga Maret ada lima klien masih menjalani proses rehabilitasi dan 1 tersangka yang diassesmen,” beber Muhammad Nur.

Sementara itu, Kepala BNN Kota Tegal, Igor Budi Mardiono menjelaskan, Klinik Pratama Bahari Sehat Kota Tegal bersama mitra lembaga rehabilitasi, baik pemerintah dan komponen mencatat ada sejumlah korban penyalahgunaan narkoba yang telah berhasil dilakukan rehabilitasi. Baik secara sukarela maupun non sukarela.

Ironisnya, di Kota Tegal dan sekitarnya diketahui masih banyak para korban penyalahguna dan pecandu yang belum tersentuh. Untuk itu, pihaknya berharap, dengan adanya Klinik Pratama Bahari para penyalahguna narkotika bisa secara mandiri melakukan pemeriksaan dan proses rehabilitasi secara gratis.

“Memang banyaknya mereka yang belum disentuh, karena masih sedikit lembaga rehabilitasi yang dapat melayani masyarakat secara gratis. Dengan adanya klinik ini, besar harapan kami mereka bisa tergugah untuk memeriksakan diri dan merehab agar bisa kembali sehat,” harapnya. (MJ-10)

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.