Grab Gandeng Pemkot Semarang, Kembangkan Semarang Smart City

– KERJASAMA- Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu dan Ramdan Fitriyadi, City Manager Jawa Tengah, Grab Indonesia menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk pengembangan Semarang Smart City, di Balai Kota Semarang. Foto : ist/metrojateng.com

 

SEMARANG – Grab, menjalin kolaborasi dengan Pemerintah Kota Semarang untuk pengembangan Semarang Smart City. Kerja sama ini diresmikan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) oleh Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu dan Ramdan Fitriyadi, City Manager Jawa Tengah, Grab Indonesia di Balai
Kota Semarang.

Lingkup kerja sama ini akan mencakup bidang ekonomi, pariwisata, pendidikan, kesehatan, transportasi, dan pelayanan publik.

Menanggapi kerja sama strategis ini, Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan, dukungan yang diberikan oleh Grab untuk mengembangkan Semarang smart city
tentunya akan memberikan dampak positif bagi kota Semarang. Hal ini diharapkan dapat turut
meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Dengan catatan pelayanan yang baik, Pemkot juga akan membantu terkait sarana dan prasarana untuk lebih memudahkan masyarakat. Dengan hadirnya aplikasi ini, masyarakat akan sangat terbantu dalam mengikuti perkembangan teknologi yang harus terus
dimanfaatkan,” katanya.

Ramdan FItriyadi, City Manager Jawa Tengah, Grab Indonesia menuturkan, pihaknya sangat senang dapat berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Semarang pada kesempatan ini. Smart city membutuhkan berbagai layanan untuk meningkatkan kualitas hidup dan kenyamanan aktivitas kehidupan sehari-hari.

“Dengan memanfaatkan teknologi Grab, diharapkan masyarakat Kota Semarang bisa terbantu dalam aspek mobilisasi, efisiensi, pelaksanaan tugas, sampai dengan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Kerja sama antara Grab dan Pemerintah Kota Semarang diwujudkan dalam program “Co-creation for a Smarter City” yang meliputi Integrated Mobility Co-Creation (Kerjasama Mobilitas yang Terintegrasi), yakni pemanfaatan teknologi dan layanan aplikasi guna memperluas layanan transportasi dan untuk memudahkan mobilitas masyarakat Kota Semarang.

Selain itu, Sustainable Economy Co-Creation (Kerjasama Berkelanjutan Bidang Ekonomi), yang
memanfaatkan teknologi dan layanan aplikasi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Semarang.

Efficiency Co-Creation (Kerjasama yang membangun Efisiensi), yang dilakukan untuk meningkatkan efisiensi operasional pelaksanaan tugas Aparatur Sipil Negara (ASN) dan memudahkan pelayanan publik kepada masyarakat.

Social Impact Co-Creation (Kerjasama yang Memberikan Dampak Sosial), yakni upaya bersama dalam pemanfaatan teknolog yang berdampak sosial bagi masyarakat, terutama dibidang kesehatan dan pendidikan.

Cultural and Tourism Co-Creation (Kerjasama Budaya dan Pariwisata), yang bertujuan untuk
meningkatkan kesadaran masyarakat atas budaya dan kemajuan sektor pariwisata di Kota Semarang.

Di Semarang, Grab telah menghadirkan 3 layanan baru untuk mendukung mitra, masyarakat, dan juga
UMKM di tengah pandemi. Layanan GrabMart dan GrabAssistant hadir untuk memberikan kesempatan
pendapatan tambahan bagi mitra pengemudi GrabBike dan GrabCar di tengah pandemi.

Grab juga menghadirkan layanan GrabProtect, armada khusus pertama di Indonesia yang memberikan perlindungan tambahan bagi mitra pengemudi dan pelanggan berupa partisi dari plastik tebal untuk keamanan perjalanan. Grab juga meluncurkan kampanye #TerusUsaha di Jawa Tengah yang fokus pada digitalisasi UMKM Jawa Tengah dan mengumumkan hasil riset dari Center for Strategic and International Studies (CSIS) dan Tenggara Strategics yang menunjukkan bahwa gig workers termasuk UMKM, di empat layanan yakni GrabBike, GrabCar, GrabFood, dan GrabKios secara keseluruhan sudah berkontribusi sebesar Rp872 miliar untuk perekonomian Semarang pada 2019 dan meningkatkan kualitas hidup pekerja lepas hingga 6%.

“Kami harap kerja sama antara Grab dengan Pemerintah Kota Semarang ini dapat terus memberikan dampak positif bagi masyarakat Semarang, termasuk untuk meningkatkan keterampilan dan menyediakan kesempatan lebih banyak bagi masyarakat Semarang dalam menyambut masa depan ekonomi digital,” tutup Ramdan.(ris)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.