Golok Maut Merenggut Nyawa Tetangga

Ibunya Dijadikan Selingkuhan

Dalam rekonstruksi yang digelar di Desa Mejasem Barat, Kabupaten Tegal tersangka Agus Riyanto memeragakan 20 adegan.

SLAWI – Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Tegal menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan yang dilakukan seorang pemuda terhadap pria selingkuhan ibunya, Jumat (4/1/2019) siang. Dalam rekonstruksi yang dilakukan di lokasi kejadian, tersangka memeragakan 20 adegan.

Rekonstruksi kasus pembunuhan yang dilakukan Agus Riyanto terhadap pria selingkuhan ibunya, Jumat (4/1/2019) siang, di Desa Mejasem Barat, Kabupaten Tegal. Foto: metrojateng.com/adithya

“Rekonstruksi digelar untuk melengkapi berkas penyidikan, serta mencocokkan keterangan tersangka di berita acara pemeriksaan dengan kejadian sesungguhnya,” ungkap Kasat Reskrim Polres Tegal, AKP Bambang Purnomo di sela rekonstruksi.

Menurut Bambang, dalam rekonstruksi yang digelar di Desa Mejasem Barat, Kabupaten Tegal tersangka Agus Riyanto memeragakan 20 adegan. Dimulai saat tersangka menemui korban pada 12 Desember 2018, bersama dengan keponakannya berinisial F (fitri) yang diperankan oleh Polwan.

Tersangka yang memboncengkan F dengan sepeda motor menuju ke sebuah lahan kosong yang berada di belakang sebuah swalayan di Mejasem. Kemudian memanggil korban Sujari (50) melalui handphone. Namun Sujari tak juga datang, sehingga tersangka menghampiri korban yang sudah menunggu di pinggir Jalan Raya Mejasem.

“Setelah itu, tersangka mengajak korban kembali ke belakang swalayan. Di sini tersangka sempat bertanya kepada korban, kenapa masih menjalin hubungan gelap dengan ibunya,” beber Bambang.

Bukan memberikan jawaban, lanjut Bambang, korban justru lari meninggalkan tersangka sehingga menjadikan emosi tersangka semakin memuncak. Sambil menghunus golok yang dibawanya dari rumah, tersangka mengejar korban.

Mengetahui jiwanya terancam, korban berusaha kabur ke arah lahan kosong. Korban akhirnya tak berdaya setelah mendapat enam kali bacokan golok di tangan, punggung dan kepala. Tersangka kemudian menyeret tubuh korban di antara tumbuhan liar.

“Tersangka bersama F kemudian kemudian meninggalkan korban yang tergeletak bersimbah darah di pekarangan menuju sebuah saluran irigasi yang berjarak sekitar satu kilometer dari lokasi kejadian. Di situ, tersangka mencuci golok yang berlumuran darah,” tutupnya.

Niat Agus menganiaya korban timbul berawal saat dia melihat ibunya berbicara di telepon dengan seorang pria. Karena curiga, tersangka kemudian meminta saksi F menghubungi si pria, ternyata adalah korban yang pernah berselingkuh dengan ibunya. Saksi F kemudian diminta tersangka mengajak korban bertemu.

Tersangka dijerat Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana subsider Pasal 338 KUHP tentang penghilangan nyawa orang lain. Polisi tidak menetapkan F sebagai tersangka, karena dalam penyelidikan tidak ada bukti keterlibatan. (MJ-10)

 

Ucapan Lebaran 1440
Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.