Gojek Tingkatkan Daya Saing UMKM Binaan Muslimat NU

Upaya yang dilakukan, yakni memberikan pelatihan berbisnis kepada para pelaku UMKM dalam bentuk kelas tatap muka yang diikuti oleh 175 mitra binaan Muslimat NU.

SEMARANG – Gojek mendukung pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Semarang. Salah satunya menjadi jembatan dalam meningkatkan daya saing UMKM binaan Muslimat Nahdlatul Ulama (NU).

Jajaran pimpinan Gojek dan Go-Pay bersama perwakilan Muslimat NU mencoba inovasi digital yang membantuk peningkatan daya saing UMKM binaan Muslimat NU di sela acara pelatihan bisnis di Fave Hotel Semarang, Rabu (27/3/2019). Foto: metrojateng.com/anggun puspita

Upaya yang dilakukan, yakni memberikan pelatihan berbisnis kepada para pelaku UMKM dalam bentuk kelas tatap muka yang diikuti oleh 175 mitra binaan Muslimat NU. Seperti kegiatan yang digelar, Rabu (27/3/2019) di Fave Hotel Semarang, Gojek berbagi kisah sukses mulai dari perencanaan bisnis hingga mengelola keuangan yang baik dan dapat dijadikan sebagai ilmu yang fundamental dalam membangun bisnis.

“Sejak Gojek hadir di Semarang tahun 2015, salah satu cita-cita utama kami adalah untuk meningkatkan kapasitas sektor usaha nonformal dan pemberdayaan UMKM,” ungkap Head of Regional Corporate Affairs Gojek, Alfianto Domy Aji.

Menurut dia, dengan semangat inovasi digital dan menjadi jembatan bagi pelaku UMKM, kini Gojek telah berhasil menghubungkan pengguna dengan lebih dari 2 juta mitra pengemudi, hampir 400 ribu merchant UMKM, serta lebih dari 60 ribu penyedia layanan dari sektor nonformal lainnya di 204 kabupaten/kota di Indonesia di 5 negara di Asia Tenggara.

‘’Adapun, pelatihan wirausaha yang kami berikan kali ini berangkat dari banyaknya tantangan yang dihadapi UMKM Indonesia terutama dalam memulai bisnis dan meningkatkan skala bisnisnya. Program ini bertujuan untuk memberikan dasar-dasar pengetahuan membangun bisnis agar para pelaku UMKM lebih mudah naik kelas. Upaya ini termasuk pada Muslimat NU sebagai salah satu organisasi perempuan bidang sosial keagamaan dan kemasyarakatan terbesar di Indonesia, jelas Domy.

Ketua Harian IV Pimpinan Pusat Muslimat NU, Siti Aniroh Effendy menyampaikan, Pimpinan Pusat Muslimat NU selama ini telah banyak mengembangkan jaringan koperasi dan melahirkan usaha ekonomi produktif tapi masih banyak yang butuh bimbingan tentang bagaimana berbisnis yang baik, khususnya menghadapi era digital.

‘’Kami berharap melalui kegiatan ini para anggota kami yang mayoritas ibu-ibu dapat membantu perekonomian serta akan meningkatkan penguatan peran perempuan sebagai pelaku UMKM,” tuturnya.

Sejak tahun 2018 Pimpinan Pusat Muslimat NU menggandeng Gojek dan Go-Pay dalam kerja sama strategis untuk akselerasi ekonomi umat berbasis digital. Kerja sama tersebut tidak terbatas hanya pada pelatihan wirausaha yang ditujukan pada lebih dari 30 juta anggota Muslimat NU se-tanah air, tetapi juga digitalisasi ekonomi di berbagai lingkungan tersebut.

“Gojek telah berkontribusi dalam dua hal utama, yaitu peningkatan daya saing UMKM binaan Muslimat NU melalui pelatihan Gojek Wirausaha dan mendukung digitalisasi ekosistem NU melalui Go-Pay. Dalam ekosistem kami, Gojek membantu UMKM memperluas pasarnya, membantu pembukuan keuangan, meningkatkan inklusi keuangan, serta menekan biaya operasional dengan adanya layanan operasional yang #jadilebihefisien,” tandasnya. (ang)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.