Gerebeg Sumpil, Warga Kaliwungu Sukacita Sambut Ramadan

KENDAL – Ratusan warga tumpah ruah untuk ikut dalam Gerebeg Sumpil di Kampung Jagalan, Desa Kutoharjo, Kaliwungu Kendal, Kamis (26/4) sore. Gunungan berisi Sumpil, makanan khas Kaliwungu, ludes dalam waktu kurang dari lima menit.

Gerebeg Sumpil, tradisi warga Kaliwungu menyambut datangnya Ramadan. Foto: metrojateng.com/edi prayitno

Gunungan berisi sumpil, yang terbuat dari beras dan dibungkus dengan daun bambu ini disiapkan warga untuk peringatan ruwahan haul wali Hasan Abdullah atau Eyang Pakuwaja. Gunungan yang juga berisi aneka makanan ringan dan hasil bumi ini kemudian dibacakan doa bersama di makam Pakuwaja.

Usia berdoa bersama warga kemudian mengarak gunungan yang berisi 2.000 sumpil keliling kampung diiringi dengan drumblek. Gerebeg Sumpil ini dilaksanakan warga menyambut datangnya Bulan Puasa.

Sesampainya di Bukit Jabal, gunungan kemudian menjadi rebutan warga yang sudah berkumpul. Warga rela saling dorong dan berebut sumpil yang sudah dikemas dalam wadah plastik ini untuk mendapatkan keberkahan.

“Biar berkah dan menjalankan puasa Ramadan mendatang mendapatkan keberkahan dan kelancaran serta rejeki melimpah,” ujar Siska, warga Kaliwungu.

Zaenal Arifin, pengurus makam Eyang Pakuwaja mengatakan gunungan ini sengaja diperebutkan warga sebagai bentuk keberkahan dan saling berbagi sesama manusia. “Sumpil sendiri mengandung makna menyerahkan diri kepada sang pencipta dengan iklhas,” katanya.

Sementara Camat Kaliwungu, Dwi Cahyo Suryo mengatakan sumpil yang dibungkus dari daun bambu mempunyai makna agar manusia bisa berguna seperti bambu yang setiap bagiannya bermanfaat.

“Sumpil yang berbentuk segitiga mengandung makna manusia harus menjalin hubungan dengan sang pencipta dengan sesama manusia dan benda lain ciptaan Tuhan,” jelasnya. (MJ-01)

 

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

9 + 1 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.