Gerakkan Ekonomi Daerah Bea Cukai Jateng DIY Kembali Terbitkan Izin Kawasan Berikat

PT Hoplun Boyolali Ekpansi Pasar Ekspor

Dorong Perekonomian- Bea Cukai Jateng-DIY, kembali memberikan perijinan  di Kawasan Berikat dalam rangka menggerakan perekonomian daerah yang dilakukan Secara virtual di tengah pandemi Coviid-19. (ist/tya)

 

SEMARANG, METROJATENG.COM – Bea Cukai Jateng DIY berkolaborasi dengan Bea Cukai Surakarta kembali memberikan fasilitas fiskal berupa izin Kawasan Berikat kepada industrI berorientasi ekspor. Perizinan kali ini merupakan yang ke-14 di sepanjang 2020 dan diberikan kepada PT Hoplun Boyolali Indonesia, yang dinilai telah memenuhi persyaratan yang ditentukan.

Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai, Amin Tri Sobri, menginformasikan, perusahaan ingin memanfaatkan fasilitas fiscal yang diberikan pemerintah dalam rangka ekspansi dan agar dapat bersaing di pasar global khususnya di masa pandemi. Amin berharap ekspansi bisnis perusahaan dapat membantu menggerakkan dan memulihkan ekonomi daerah, yaitu dengan penanaman investasi serta penyerapan tenaga kerja disekitar perusahaan.

Direktur PT Hoplun Boyolali Indonesia, Alam Pramudya, menyampaikan  ekspansi perusahaannya dimungkinkan karena settle-nya perusahaan dalam menghadapi pandemi. Selain itu, juga dikarenakan mulai diliriknya pasar produksi garmen di Asia.

“Saat ini pasar eropa sedang melirik pasar produksi di Asia, seperti Bangladesh dan Kamboja. Melihat kondisi industri garmen di Indonesia yang lebih baik, kami yakin investor akan mempercayakan produksi produknya di Indonesia”, ungkap Alam.

PT Hoplun Boyolali Indonesia merupakan perusahaan di bidang garmen dengan hasil produksi berupa pakaian dalam wanita, dan memiliki pasar distribusi di Amerika dan Eropa. Perusahaan yang memiliki sister company PT Hoplun Semarang Indonesia dan PT Kartini Lingerie Indonesia ini, rencananya akan menanamkan investasi  Rp112 Milyar dengan menyerap tenaga kerja  1.984 orang. Perusahaan yang berlokasi di Desa Jelok, Cepogo, Boyolali, Jawa Tengah akan mulai beroprasi pada Desember 2020 nanti.

Masuknya perusahaan tersebut di Kawasan Berikat, maka perusahaan akan mendapatkan fasilitas antara lain  penangguhan Bea Masuk dan tidak dipungut Pajak. Ini dalam rangka Impor atas importasi bahan bakunya yang akan diolah menjadi barang jadi untuk selanjutnya diekspor.(tya)

 

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.