Genjot Becak, Kapolres Magelang Antarkan Wisudawan Purna Bhakti

Kapolres Magelang Kota AKBP Krisnanto Yoga Darmawan menggenjot becak dengan penumpang mantan Kapolsek Magelang Tengah , AKBP Dahlan Nuri usai upacara wisuda purna bakti di depan Markas Komando Polres setempat, Kamis (4/1). (foto: metrojateng.com/ch kurniawati)

 

MAGELANG – Kapolres Magelang Kota AKBP Krisnanto Yoga Darmawan tanpa rasa canggung menggenjot becak yang ditumpangi mantan Kapolsek Magelang Tengah AKBP Dahlan Nuri dan istri, Kamis (4/1). Demikian juga dengan Wakapolres, Kompol Prayudha Widiyatmoko turut mengenjot becak yang ditumpangi mantan Kabag Ops, Kompol Indi Istadhi dan istri.

Pemandangan ini terlihat di depan Polres Magelang Kota, Jalan Alun-Alun Selatan. Seluruh jajaran Polres beserta staf bertepuk tangan menyaksikan pemandangana langka ini. Kedua petinggi di Polres Magelang ini menggenjot becak sekitar 100 Meter hingga mencapai depan Bank Jateng.

“Saya merasa terhormat. Baru kali ini saya punya Kapolres yang luarbiasa. Orangnya tegas tapi sangat baik dan dengan bawahannya,” kata Kompol Indi. Perlakuan Kapolres terhadap dirinya dan beberapa rekan sejawat yang memasuki masa purna tugas, menurut Indi, menunjukkan sikap seorang pemimpin yang menghormati bawahan berusia tua.

Dengan tauladan yang demikian, ia berharap institusi polisi semakin dicintai masyarakat secara luas.

Indi sendiri merasa acara ini cukup unik, karena baru kali ini diadakan sepanjang ia berkarir di jajaran kepolisian. Sementara itu, para purnawirawan lain yang juga menumpang becak digenjot oleh para polisi muda.

Acara genjot becak dilakukan usai upacara pedang pora untuk 16 wisudawan purna bhakti periode 1 Juli 2017-1 Januari 2018. Upacara ini dipimpin langsung oleh Kapolresta. Upacara pedang pora berlangsung cukup khidmat.

Menurut Krisnanto, upacara Pedang pora merupakan  wujud apresiasi institusi pada personel yang telah mengakhiri tugas, selain juga ucapan terima kasih yang sangat besar pada jasa mereka.

Dia menuturkan, pelepasan wisudawan purna bakti merupakan tradisi yang akan terus dilakukan. Hal ini dinilainya sebagai pengingat bahwa, ketika pertama kali masuk Polri, orang tua dan keluarga menyambutnya dengan suka cita.

Begitupun ketika purna atau mengakhiri tugasnya disambut suka cita. Mereka pun akan mengenang masa-masa ini,” katanya didampingi wakilnya. Becak hias, menurut Krisnanto adalah unik. Bukan sekadar unik-unikan, tapi menurutnya ada nilai yang terkandung di dalamnya.

Menurut dia, genjot becak merupakan wujud yang muda mengantarkan yang tua, sekaligus wujud penghormatan. “Yang muda harus meneladani sifat baik mereka yang sudah senior atau yang sudah purna. Ini sekaligus untuk mewujudkan harapan mereka agar yang muda merealisasikan, yakni polri makin dicintai masyarakat,” kata Krisnanto.

Kasubag Humas Polres Magelang Kota, AKP Esti Wardiani menambahkan, mereka yang purna terdiri dari dua perwira menengah (pamen), sepuluh perwira pertama (pama), dan empat brigadir. Dua Pamen yang purna adalah AKBP M Dahlan Nuri dengan jabatan terakhir Kapolsek Magelang Selatan dan Kompol Indi Istadji dengan jabatan terakhir Kepala Bagian Operasional.

Menurut Esti, tradisi berkeliling dengan becak hias ini memang baru pertama dan menurut rencana akan dilanjutkan lagi. “Karena memang unik dan mendidik kita supaya hormat pada yang tua/senior dan meneladani sifat yang baik dari mereka,” kata Esti. (MJ-24)

 

 

 

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

15 − = 5

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.