Geng Remaja Kian Beringas, Bikin Onar Tenteng Celurit

Polisi Tangkap Tiga Remaja

Para remaja itu membabi buta mengayunkan senjata tajam jenis celurit. Bangunan warung dan motor yang terparkir tidak luput dari sasaran bacok.

ilustrasi.

 

SEMARANG РBelum tuntas aksi pembakaran kendaraan bermotor di wilayah Kota Semarang, muncul aksi lain yang juga mulai meresahkan masyarakat. Aksi tersebut adalah keberadaan gerombolan remaja yang menenteng senjata tajam dan diduga juga melakukan aksi kekerasan.

 

Terakhir petugas Polsek Banyumanik Polrestabes Semarang mengamankan tiga remaja yang diduga anggota Geng 69. Ketiganya diamankan di sekitar Taman Tirto Agung Banyumanik pada Selasa (5/2/2019) pukul 02.00. Geng 69 sendiri merupakan salah satu geng remaja yang sedang viral di media sosial dan menjadi perbincangan masyarakat.

 

“Iya, ada tiga remaja yang kami amankan. Masih dimintai keterangan terkait video yang viral di media sosial,” kata Kapolsek Banyumanik, Kompol Retno Yuli, saat dikonfirmasi, Selasa (5/2/2019).

 

Video viral yang dimaksud adalah potongan rekaman yang memperlihatkan aksi dari sekelompok remaja. Dalam rekaman tersebut sekelompok remaja mengendarai sepeda motor dan membawa senjata tajam mendatangi sebuah warung. Para remaja itu terlihat membabi buta mengayunkan senjata tajam jenis celurit. Bangunan warung dan sepeda motor yang terparkir di depan warung tidak luput dari sasaran bacok.

 

Retno menjelaskan, selain diklarifikasi terkait video tersebut, tiga remaja yang diamankan juga dimintai keterangan terkait adanya laporan tindak kekerasan di wilayah Banyumanik beberapa waktu lalu. Informasi awal menyebutkan aksi tersebut dilakukan oleh Geng 69. Namun hasil pemeriksaan sementara justru muncul nama geng lain yang bernama Geng Bradil (Berandalan Dinar Liar).

 

“Kami masih selidiki keterkaitan geng dengan aksi kekerasan yang kami terima. Ada informasi kalau aksi itu buka dilakukan oleh Geng 69 tetapi geng lain bernama Bradil. Ini yang masih kami kembangkan,” ungkap Retno.

 

Retno menambahkan akan melakukan pembinaan terhadap tiga remaja yang diamankan tersebut. Selain itu juga akan memanggil orang tua dari masing-masing anak untuk datang ke Polsek. “Nanti dari orang tuanya kami panggil, RT-nya kami panggil karena mereka sudah tidak sekolah. Supaya mengetahui warganya ada yang seperti itu,” pungkasnya. (aka)
Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.