Geng Motor dan Begal Marak, Dewan Desak Aparat Bertindak

Balapan motor. Foto : metrojateng.com/dok.

SEMARANG – Maraknya geng motor dan aksi begal bersenjata tajam menjadi sorotan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang. Dewan mendesak pihak terkait segera menyelesaikan permasalahan aksi kejahatan tersebut.

Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Muhammad Afif mengatakan, pihaknya pernah menerima aduan dari lintas komunitas dan relawan masyarakat Kota Semarang. Mereka mengadukan terkait maraknya geng motor dan aksi begal bersenjata di beberapa daerah Kota Semarang seperti di daerah Kecamatan Genuk, Kedung Mundu dan beberapa wilayah lainnya.

‘’Mereka tidak segan-segan melukai fisik (korban) yang dibegal, anehnya pelaku begal anak-anak di bawah umur (usia SMP). Yang dikeluhkan lintas komunitas adalah ada yang tersabet masuk rumah sakit dan menanggung biaya pengobatan sendiri,” katanya, Kamis (5/12/2019).

Politisi asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menyatakan, masyarakat mengharapkan kenyamanan, ketentraman dan keamanan dalam hidup. Karena itu, pihaknya mendesak agar Forkopimda segera melakukan langkah-langkah taktis dan strategis untuk mencari solusinya.

Solusi tersebut, lanjut Afif, di antaranya adalah pihak aparat keamanan diharapkan melakukan patroli secara intensif dan rutin. Selanjutnya jika ada yang tertangkap, maka dirinya mendorong agar pihak berwajib harus memberikan hukuman yang membuat efek jera.

“Jika yang tertangkap begal yang usianya di bawah umur seharusnya tidak di lepas begitu saja, tetapi pihak aparat penegak hukum harus memberikan pembinaan secara berkelanjutan,” tandasnya.

Sementara untuk Pemkot Semarang, Afif juga mendorong untuk membantu pengobatan warganya yang terluka akibat begal dan menggratiskan biaya pengobatannya. (duh)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.