Gelombang Atmosfer Bergerak Merambat, 21 Daerah Diguyur Hujan Lebat

Terdeteksi Kemunculan Siklon Tropis

Potensi curah hujan tinggi juga dapat memicu hidrometeorologi seperti banjir, longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin.

Penampakan mendung tebal menggantung di atas perbukitan Mugasari Semarang, Rabu (6/3/2019). (Fariz Fardianto/metrojateng.com)

 

SEMARANG – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Ahmad Yani, Semarang mengingatkan kepada masyarakat Jawa Tengah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemunculan gelombang atmosfer dari perairan Samudera Hindia pada awal Maret 2019. Sebab, munculnya gelombang atmosfer saat ini telah membentuk aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) di Samudera Hindia.

Kepala BMKG Ahmad Yani Semarang,
Achadi Subarkah Raharjo, mengatakan MJO terbentuk dari gelombang atmosfer yang bergerak merambat dari barat Samudera Hindia menuju arah timur.

Akibatnya, menurutnya pergerakan gelombang atmosfer itu berpotensi meningkatkan curah hujan di daerah yang dilaluinya.

“Saat ini MJO sedang bergerak melintasi wilayah Jawa Tengah,” kata Subarkah, dalam keterangan yang didapat metrojateng.com, Rabu (6/3/2019).

BMKG, ujarnya kini juga mendeteksi kemunculan siklon tropis “HALEH” di Samudera Hindia. Bahkan bisa muncul di daerah-daerah yang memiliki tekanan rendah di barat daya Jawa Tengah. Sehingga hal itu membentuk daerah pertemuan angin di Jawa Tengah serta memperkuat aliran udara dari arah Asia yang membawa massa udara basah.

Tak hanya itu, ia menyebut bahwa MJO berpotensi meningkatkan ombak di perairan Laut Jawa. “Ketinggiannya 0,5 hingga 2,0 meter diprakirakan terjadi di Laut Jawa bagian tengah dan perairan utara Jawa Tengah,” ungkapnya.

Ia mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada pada periode awal Maret, khususnya dampak dari potensi curah hujan tinggi yang dapat memicu hidrometeorologi seperti banjir, longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin.

Ia mengungkapkan setidaknya ada 21 titik wilayah di Jateng yang berpotensi hujan lebat. Antara lain:

• Brebes bagian selatan
• Tegal bagian selatan
• Pemalang bagian selatan
• Pekalongan bagian selatan
• Batang bagian selatan
• Kendal bagian selatan
• Cilacap
• Banyumas
• Purbalingga
• Banjarnegara
• Wonosobo
• Temanggung
• Magelang
• Kab. Semarang
• Salatiga
• Boyolali
• Sragen
• Klaten
• Surakarta
• Sukoharjo
• Karanganyar (far)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.