Gelaran Pilwakot Semarang 2020 Resmi Dimulai

Semarang menjadi salah satu Kota dari 270 kabupaten/kota di Indonesia yang akan digelar 2020.

SEMARANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang melaunching kegiatan dimulainya pemilihan wali kota dan wakil wali kota (Pilwakot) Semarang tahun 2020 di Gedung Balaikota Semarang. Tahapan akan dimulai dengan pendaftaran calon wali kota-wakil wali kota perseorangan yang akan diumumkan pada 25 November.

Launching Pilwakot Semarang 2020. Foto: metrojateng.com/masrukhin abduh

Acara yang dihibur dengan tari Warak Ngendog ini, dihadiri oleh Wakil Wali Kota Hevearita G Rahayu, Sekda Kota Semarang Iswar Aminnudin, Forkopimda, Wakapolrestabes Semarang, Kajari, Kasdim, DPRD Kota Semarang, KPU Jateng, Bawaslu, Perguruan Tinggi dan perwakilan parpol serta masyarakat.

Ketua KPU Kota Semarang Henry Cassandra Goeltom mengatakan, Semarang menjadi salah satu Kota dari 270 kabupaten/kota di Indonesia yang akan digelar 2020. “Launching ini menandai dimulainya tahapan Pilwakot Semarang 2020 yang akan dimulai pengumuman pendaftaran calon perseorangan 25 November,” kata Henry yang biasa disapa Nanda saat launching pilwakot, Rabu (13/11/2019).

Harapan semua bisa mengikuti tahapan dengan baik dan menghasilkan hasil yang baik. Launching sendiri ditandai dengan pemukulan gong oleh ketua KPU Kota Semarang dan penyerahan maskot Pilwakot 2020 yang berupa boneka warak ngendog kepada Wakil Wali Kota Semarang.

Sementara dari KPU Jateng Diana Ariyanti mengatakan, berharap seluruh pemangku kepentingan bisa ikut menyukseskan pelaksanaan pilkada 2020. Jateng punya sejarah yang baik di kegiatan pilkada 2015 dan 2017 yang berjalan baik yang harus dipertahankan bersama-sama.

Kota Semarang diharapkan menjalin komunikasi, koordinasi dan kerja sama setelah dimulainya tahapan pilwakot dengan semua pemangku kepentingan. “KPU Kota Semarang segera bentuk badan ad hoc yaitu rekrutmen petugas PPK dan PPK,” katanya.

Pengecekan data pemilih juga harus terus disosialisasikan kepada masayarakat, agar mereka mengetahui namanya sudah terdaftar atau belum sebagai pemilih.

KPU Semarang juga diharapkan mensosialisasikan Pilwakot hingga sampai ke semua lapisan masyarakat, sehingga partisipasi masyarakat dalam Pilwakot akan tinggi.
Wakil Wali Kota Hevearita G Rahayu yang menyampaikan sambutan Wali Kota Hendrar Prihadi juga mengatakan, salah satu indikator keberhasilan pemilu adalah tingginya partisipasi pemilih.

Menilik sejarah pemilihan di Semarang 2015 lalu di bawah 75 persen. Harapan bisa seperti saat pilpres 82 persen. Dukungan terhadap gelaran pilwakot sangat diharapkan dari semua pihak. Harapan pilwakot bisa berjalan lancar dan aman. Tahapan mulai november 2019 sampai 23 September 2020.

Semarang kota yang pertama kali di Jateng yang menandatangani NPHD sehingga anggaran sudah cukup dan tidak ada masalah lagi.

Harapannya nanti Semarang tetap kondusif siapapun pemenangnya. Semua pihak harus siap melalui proses-proses yang berlangsung dalam pilwakot.

Para camat diharapkan support KPU dalam pembentukan PPK dan PPS serta mengawal tugas-tugasnya. (duh)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.