Gelar Sidak, Pemkot Magelang Minta Pengelola Swalayan Patuhi Ketentuan Pemerintah

???

?

MAGELANG – Petugas gabungan Pemerintah Kota Magelang Jateng menemukan harga bawang yang naik hingga 100 persen, di sebuah swalayan, yang berada di jalan Tidar.Harga bawang putih yang dijual ke konsumen mencapai Rp70 ribu dari yang seharusnya Rp38 ribu perkilogramnya.
    “Harganya sangat tinggi di atas harga yang sudah di tetapkan oleh pemerintah,” kata Kepala bidang Perdagangan Dinas Perindustrian Kota Magelang, Sri rejeki Tentami Arsih, di sela-sela memantau harga di sejumlah supermarket dan pasar tradisional, Selasa (30/5). 

    Selain menemukan harga bawang putih yang terlalu mahal, tim gabungan juga menemukan beberapa produk yang semestinya di sortir, namun masih jadi satu dengan produk yang masih bagus. Terhadap temuan ini, tim akan segera melaporkannya ke Dinas Perindustrian, untuk segera ditindaklanjuti.

    Terhadap pengelola swalayan yang menjual produk dengan harga tinggi, pihaknya langsung meminta agar harga kebutuhan pokok yang sering dikonsumsi masyarakat, tidak di jual dengan harga yang tinggi.

    “Kita  menyarankan kepada pengelola swalayan untuk bisa mengambil barang yang di subsidi pemerintah dari Bulog, dengan membawa rekomendasi dari Dinas Perindustrian,” katanya.

     Sementara itu, untuk harga daging sapi dan juga minyak goreng yang di jual di swalayan tersebut, masih sesuai dengan harga ketentuan dari pemerintah. Untuk daging sapi beku impor Rp80 ribu/kg, sedangkan minyak Rp11 ribu/liter.

    Sementara itu, tim pemantauan terdiri dari Disperindag,  Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Pertanian dan Pangan (Disparpa), Satpol PP, Bulog Sub Divre Kedu, dan aparat Polres Magelang Kota. Pantauan dilakukan di toko modern, toko oleh-oleh, supermarket, dan pasar tradisional.

    Kepala Seksi Harga Dasar Bulog Sub Divre Kedu, Bogi Wahyoko mengemukakan, harga bawang yang dijual di swalayan ini terlalu tinggi. 

    “Boleh kerjasama dengan kami baik dalam partai besar maupun kecil, karena kami juga menyediakan bawang putih, merah, beras juga gula,” katanya.

    Terhadap harga bawang yang tinggi,  Bogi tidak sepenuhnya menyalahkan swalayan tersebut, karena hanya sebatas penjual. Yang akan dilakukan adalah melakukan penelusuran sampai ke supplier dan importir yang diduga memiliki kendali terhadap harga ini.

    “Tentu kami akan kejar siapa penyuplainya karena harga yang dijual sangat tinggi. Terhadap swalayan ini, kami juga sarankan untuk bisa ambil barang di Bulog,” ujarnya.

    Sementara itu, Asisten Manager swalayan yang di maksud, Purwanto mengaku, akan mengikuti apa yang dikehendaki tim pemantau dari Pemkot Magelang. Bahkan, pihaknya siap mengikuti HET ke depannya.

    Menurutnya, barang itu sudah dijual sejak seminggu lalu dengan stok sekitar 20 kilogram. Pihaknya berjanji akan menjual sesuai HET. (MJ-24)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

16 − 11 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.