Gelapkan Uang Perusahaan Tersangka FH Diancam Pasl 374 KUHP

Sidik- pelaku penggelpn ung perusahaan tengah diperiksa pe%
tugas.(ist)

 

BANYUMAS, METROJATENG.COM- Sat Reskrim Polresta Banyumas telah berhasil mengungkap pasus penggelapan dengan  pelaku FH (39) yang berdomisili di Perum Bantar Indah, Bantarwuni, Kec. Kembaran Kab. Banyumas dengan modus pelaku tidak menyetorkan uang hasil penjualan produk/barang milik PT HERBATAMA INDO PERKASA . 

Pelaku  penggelapan berdasarkan    Laporan Polisi No. Pol : LP/ B / 320 / VIII / 2020/ Jateng/Resta.Bms tanggal 10 Agustus 2020. Kejadian ini terjadi pada bulan Oktober 2018 hingga  bulan April 2019 yang bertempat di Kantor PT HERBATAMA INDO PERKASA Perumahan Taman Angrek Anggrek Jl Katlea 5 no 1 Purwokerto Selatan dan Kantor PT HERBATAMA INDO PERKASA alamat di Ruko Kebondalem Blok A 7 Purwokerto.apolresta Banyumas Kombes Pol Whisnu Caraka SIK, melalui Kasat Reskrim AKP Berry mengungkapkan pihaknya, Kamis (27/8/2020) telah menangkap pelaku FH (39) yang berdomisili di Perum Bantar Indah, Bantarwuni, Kec. Kembaran Kab. Banyumas dengan modus pelaku tidak menyetorkan uang hasil penjualan produk/barang milik PT HERBATAMA INDO PERKASA dan menggunakan uang perusahaan untuk kepentingan pribadinya.

“Kronologisnya, sejak adanya Surat perjanjian kerja untuk waktu tertentu (kontrak)  22 agustus 2018, tersangka bekerja di PT HERBATAMA INDO PERKASA sebagai administrasi. Dari pekerjaan tersebut tersangka melakukan penggelapan Rp 21.389.320 (dua puluh satu juta tiga ratus delapan puluh sembilan tiga ratus dua puluh rupiah)”, kata Kasat Reskrim.

Dari kejadian tersebut Polisi mengamankan barang bukti yang telah disita baik dari pelapor maupun pelaku diantaranya Surat perjanjian kerja untuk waktu tertentu (kontrak) no. 0142/hrd-skk/adm/ix/2018 tanggal 22 agustus 2018, Satu bendel Slip Gaji Karyawan atas nama pelaku, nota nota dan data laporan perusahaan. 

“Atas perbuatannya pelaku dikenakan pasal Penggelapan dalam jabatan atau penggelapan sebagaimana di maksud dalam pasal Pasal 374 KUHP atau Pasal 372 KUHP Jo Pasal 64 ayat 1 KUHP”, jelas Kasat Reskrim. (tya)

 

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.