Gas Melon Langka, Elpiji Non Subsidi Meroket

Umumnya, konsumen dapat memperoleh satu tabung bright gas setelah menukarkan dua tabung gas melon dan membayar biaya sebesar Rp 70 ribu.

TEGAL – Sudah jatuh, tertimpa tangga, mungkin inilah gambaran tepat yang dirasakan warga Kabupaten Tegal. Setelah sulit memperoleh gas elpiji berukuran 3 kilogram (melon), kini warga harus menghadapi permasalahan baru, demi mendapat sebuah tabung gas non subsidi atau Bright gas 5,5 kilogram.

Papan nama pangkalan resmi gas 3 kilogram ‘Maldina Karisa’, Mejasem, Tegal. Foto : metrojateng.com/ adithya

Wihayanyo, salah seorang warga Mejasem, Kecamatan Kramat mengaku kaget saat mengetahui program Pertamina berubah tanpa pemberitahuan. Hal tersebut terungkap, saat dirinya akan menukarkan tabung melon di pangkalan resmi gas 3 kilogram ‘Maldina Karisa’, Rabu (7/8/2019) siang.

Umumnya, kata Wijayanto, konsumen dapat memperoleh satu tabung bright gas setelah menukarkan dua tabung gas melon dan membayar biaya sebesar Rp 70 ribu. Namun, kaget bukan kepalang, bapak dua anak ini harus merogoh kantong cukup dalam dan mengeluarkan biaya tambahan Rp 105 ribu.

“Karena gas melon susah, saya inisiatif beralih ke gas non subsidi. Daripada istri tidak bisa memasak. Tapi kok ini malah harganya berbeda Rp 35 ribu,” keluhnya.

Padahal, sambung dia, pada spanduk pangkalan jelas terpampang, menukar dua gas melon dengan membayar Rp 70 ribu berhak mendapat satu brigth gas. Wijayanto mengaku cukup dirugikan dengan berubahnya program tersebut dan meminta Pertamina melakukan tindakan cepat.

“Jangan ada lagi yang dikorbankan. Kalau ada perubahan ya tolonglah disampaikan kepada konsumen, sudah gas melon langka, ini ditambah lagi harga brigth gas mahal,” timpalnya.

Sementara itu, pemilik pangkalan gas ‘Maldina Karisa’, Aris menjelaskan, dirinya mematok harga Rp 105 ribu sesuai dengan aturan Pertamina yang tercantum dalam spanduk resmi. Ihwal aturan baru dengan membayar isinya saja atau refill, pihaknya belum mengetahui.

“Belum ada pemberitahuan soal aturan baru dengan harga Rp 70 ribu atau ganti isinya saja. Saya jual Rp 105 ribu ya sesuai aturan,” tegas Aris sembari menunjuk spanduk yang terpasang di tembok.

Terpisah, Sales Eksekutif LPG Pertamina Rayon III Tegal, Sandy Rahadian saat dihubungi melalui sambungan telepon menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan kepada pelanggan. Disebutkan dia, dalam waktu cepat pihaknya akan memperbaiki spanduk lama dan menggantikan yang baru.

“Ya mas, mohon maaf atas ketidaknyamanannya. Untuk harga ini sudah saya blast ke agen-agen untuk diperbarui,” tutupnya. (MJ-10)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.