Ganjar: Saya Malah Kepengin Dipanggil dari Kemarin

Dugaan Penyalahgunaan Fasilitas Negara

Bawaslu berencana memeriksa Ganjar Pranowo terkait kasus dugaan penyalahgunaan fasilitas negara untuk kepentingan mendukung salah satu Paslon Presiden dan Wakil Presiden. 

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (dokumentasi metrojateng.com)

 

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo merespon pernyataan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang berencana akan memeriksanya terkait kasus dugaan penyalahgunaan fasilitas negara saat konsolidasi 31 kepala daerah di Solo. 

Orang nomor satu di Jawa Tengah itu menyatakan kesiapannya untuk hadir dalam pemeriksaan Bawaslu Jateng. Dia akan mengklarifikasi hal tersebut. 

“Panggil wae. Saya kemarin malah telepon kenapa saya enggak dipanggil wae. Saya malah kepengin dipanggil dari kemarin,” ujarnya usai ikut pertemuan dengan Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo di lantai lima kantornya, Jalan Pahlawan, Semarang, Rabu (13/2/2019).

Sebelumnya, Koordinator Divisi Penindakan dan Pelanggaran Bawaslu Jateng, Sri Wahyu Ananingsih telah melayangkan surat panggilan untuk Ganjar agar dapat hadir ke kantornya pada 18 Februari 2019, pekan depan.

Ana mengaku pemanggilan tersebut berkaitan dengan dugaan pelanggaran dengan mengumpulkan 31 kepala daerah untuk mendeklarasikan dukungannya bagi Jokowi-Ma’ruf.

Selain itu, Ganjar juga meminta agar masyarakat tetap tenang dan tidak memanas-manasi suasana. Termasuk soal proses pemeriksaan yang akan dijalani oleh Ketua PA 212, Slamet Ma’arif di Mapolda Jateng. “Tenang saja. Kasih ke penegak hukum saja. Jangan dikompori,” kata Ganjar.

Dia menekankan kasus yang menjerat Slamet Ma’arif jangan lagi diributkan. Ia ingin suasana tetap kondusif di tengah dinamika politik menjelang Pilpres yang mulai menghangat.

Pihaknya juga mempersilahkan kepada tim BPN Prabowo-Sandi untuk mengklarifikasi dugaan pelanggaran kampanye tersebut. “Enggak usah diributin. Biar semua bisa menjelaskan dan membela diri supaya enggak ribut. Kalau enggak gitu kan merangsang orang untuk ribut,” ujarnya. (*)

 

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.