Ganjar Pranowo: Pemilu Serentak Butuh Evaluasi Total

Janjikan Santunan Pada "Korban Pemilu"

Pelaksanaan Pemilu serentak seperti sekarang ini mesti dievaluasi ulang. Sebab dengan pelaksanaan serentak itu, maka pelaksananya membutuhkan waktu dan tenaga yang cukup besar

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyebut pelaksanaan Pemilu serentak seperti yang dilaksanakan tahun ini mesti dievaluasi ulang. Pasalnya, pelaksanaannya yang serentak itu membutuhkan waktu dan tenaga yang cukup besar. Bahkan sampai menimbulkan korban jiwa petugas penyelenggara Pemilu.

“Sehingga kayaknya kita mesti mereview ulang agar ke depan jauh lebih baik. Apa yang terjadi ini harus dievaluasi total,” terangnya.
Ganjar Pranowo (Foto: metrojateng.com)
Menurut Ganjar, sedianya pelaksanaan Pemilu tidaklah serentak. Jika memang membutuhkan penyerentakan, sedianya bisa ditata ulang. “Mungkin serentak secara nasional saja, provinsi saja dan kabupaten/kota saja. Sehingga tidak membutuhkan tenaga, pikiran bahkan jiwa seperti ini,” tandasnya.
Diketahui sejumlah petugas Tempat Pemugutan Suara (TPS) dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) tumbang lantaran terluka, sakit hingga meninggal. Hal itu terjadi pada saat pemungutan suara, hingga pascapencoblosan 17 April 2019. Atas musibah tersebut, Ganjar menjanjikan santunan kepada para petugas yang dimaksud. Ganjar mengatakan telah mendapat laporan nama dan alamat petugas yang meninggal atau sakit. 

Insyaallah Jumat besok akan kita berikan santunan. Tidak hanya yang meninggal saja, tapi yang sakit juga akan kami berikan,” katanya, Rabu (24/4/2019). Menurut Ganjar, hal itu ia lakukan sebagai bentuk solidaritas. Tapi Ganjar memilih merahasiakan besaran santunan yang akan diberikan kepada para korban.

Ganjar menyatakan turut berbelasungkawa. Agar kejadiannya tidak terulang lagi, ia meminta pemerintah mengkaji pelaksanaan Pemilu serentak. Ganjar menganggap Pemilu 2019 sangat berat. Ada sejumlah catatan khusus baik tentang kesehatan maupun tekanan bekerja. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.