Ganjar: Pemilu Serentak Picu Tekanan Luar Biasa

Pelaksanaan Pemilu serentak jadi pembelajaran para penyelenggara di lapangan karena ada banyak kejadian mendadak. 

SEMARANGGubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyebut bahwa pelaksanaan Pemilu serentak yang digelar tahun ini memunculkan tekanan luar biasa. Ia mengaku telah melaporkan ke Presiden Jokowi terkait banyaknya kasus petugas TPS dan KPPS yang meninggal maupun sakit akibat mengawal Pemilu. 

Gubernur Ganjar Pranowo saat melayat anggota KPPS yang meninggal di Semarang, Kamis (25/4/2019). Foto: metrojateng.com/fariz fardianto

Ganjar telah melobi beberapa anggota DPR RI untuk mereview pelaksanaan Pemilu serentak. Diakui sebelumnya tidak menduga bahwa pelaksanaan Pemilu serentak akan berakibat fatal bagi petugas di lapangan.

“Apakah serentak pusat, provinsi kabupaten. Atau serentak eksekutif atau legislatif. Kayaknya kalau bareng seperti ini tidak ringan, sangat berat mereka bekerja. Kita tidak menduga akan serumit dan membutuhkan tenaga waktu pikiran yang luar biasa. Juga tekanan yang luar biasa,” tuturnya, usai melayat ke rumah anggota KPPS, Bambang Saptono di Jalan Kaligarang Nomor 21 Semarang, Kamis (25/4/2019).

Ia meminta KPU untuk membereskan masalah tersebut. Ia bilang pelaksanaan Pemilu serentak jadi pembelajaran para penyelenggara di lapangan karena ada banyak kejadian mendadak.

“Mestinya KPU secara institusi memerhatikan seperti ini,” ujarnya.

Meski nyawa tidak bisa digantikan apapun, lanjut Ganjar, namun setidaknya perlu diadakan asuransi petugas pelaksana Pemilu untuk cover masalah kesehatan. Sehingga mereka yang sudah melakukan tugas luar biasa ini ada jaminan.

“Jadi ada ketenangan dalam mereka melakukan kerja, toh ini lima tahun sekali. Mungkin perlu kita pertimbangkan juga untuk petugas seperti ini kita cek kesehatan sebelumnya,” katanya. 

“Insyaallah besok (Jumat, 26/4) akan kita kasih santunan. Tidak hanya yang meninggal, tapi yang sakit juga akan kami berikan,” tutupnya. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.