Ganjar Nonaktifkan Staf Ahli Tersandung Korupsi Bansos

korupsi-bansos-jateng

BANYUMAS -Staf Ahli Gubernur, Joko Mardiyanto, akan segera dinonaktifkan menyusul penahanan yang dilakukan Kejati Jateng. Gubernur Jateng?Ganjar Pranowo telah memerintahkan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk memproses penonaktifan itu.

“Prosesnya sudah di BKD, sudah berjalan,” kata gubernur kepada wartawan usai soft opening pabrik Semen Bima di Ajibarang, Banyumas, Jumat (29/5).
Dijelaskannya, sejak Joko Mardiyanto menjadi tersangka, proses penonaktifan telahberjalan di BKD. Ganjar juga telah bertemu Joko untuk mencari tahu duduk persoalan kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial APBD Jateng tahun 2011 itu.
“Yang bersangkutan (Joko Mardiyanto) sudah ketemu saya. Karena saat kemarin berpolemik di media, kita sebenarnya sudah bekerja (proses). Tapi tidak kita omong-omongkan ke publik lah, ” beber Politisi PDI Perjuangan itu.

Kepada staf ahlinya tersebut, Ganjar pun meminta agar Joko bertindak kooperatif mematuhi proses hukum yang berjalan. “Saya minta agar komunikasi dan koordinasi yang positif kepada pihak kejaksaan. Dan kemarin hadir (pemeriksaan). ”

Joko Mardiyanto sebelumnya telah tiga kali mangkir pemeriksaan oleh penyidik Kejati dengan alasan dinas di Bandung. Setelah akhirnya berhasil diperiksan Joko langsung digiring ke ruang tahanan LP Kedungpane Ssemarang.

Kasus bansos 2011 yang menjerat Joko Mardiyanto sesuai Hasil audit Badan Pengawas Pembangunan dan Keuangan (BPKP) Jateng dinyatakan merugikan keuangan negara Rp 654 juta.

Menurut BPKP, dalam kasus itu didapati penyaluran bantuan sosial bagi penerima fiktif. Dari 164 penerima bantuan yang dijadikan sampel oleh BPKP seluruhnya diduga bermasalah.

Kini, rentetan kasus ini menahan enam tersangka. Terakhir, Joko Suryanto yang merupakan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat dan Bencana Alam Biro Bina Sosial Provinsi Jawa Tengah telah ditahan.

Termasuk lima orang tersangka yang merupakan mantan Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Semarang kini juga telah ditahan kejaksaan. Mereka antara lain; Aji Hendra Gautama, Azka Najib, Agus Khanif, Musyafak, serta Farid Ihsanudin.?(byo)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

− 2 = 1

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.