Ganjar Kerjabakti Bersihkan Jatidiri bersama Ratusan Atlet dan Suporter

image

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan, komplek Stadion Jatidiri haram dicorat-coret. Komplek olahraga kebanggaan Jawa Tengah harus bersih dan mencerminkan perilaku masyarakat Jateng yang handarbeni.

“Mulai besok, corat coret diharamkan, kalau mau corat coret kita sediakan desainnya agar tertata,” katanya dalam sambutan Resik-resik Jatidiri, Minggu (5/5) pagi.  

Resik-resik Jatidiri diikuti ratusan peserta yang terdiri dari fans PSIS Semarang yakni Panser Biru dan Snex, SMK Jawa Tengah, pegawai BUMD dan SKPD, atlet, dan pelatih serta pengurus cabang olahraga. Kegiatan yang dimulai pukul 06.00 itu berlangsung hingga pukul 10.00.

Ganjar mengatakan, sejak dirinya menjabat Gubernur, selalu muncul keluhan masyarakat akan Komplek Jatidiri yang kumuh dan tidak representatif. “Saya gemes, area ini pernah jadi kebanggaan Jateng dan salah satu area terbaik di Indonesia, dulu. Tapi sekarang, yang masuk ke saya hanya keluhan, nggrundel, ngrasani, ngonek-onekke. Maka saya ingin mulai gerakan bersih-bersih, untuk kita menjaga,” katanya. 

Tak berbeda dengan masyarakat, Ganjar pun menilai Jatidiri kotor. Coretan di dinding stadion yang tak beraturan membuat kondisi kawasan semakin tidak nyaman. Apalagi banyak fasilitas seperti toilet dan wisma atlet yang memenuhi standar. Ganjar memerintahkan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Budi Santosa untuk memperbaiki toilet yang ada di seluruh komplek. 

“Pak kadinpora saya ingin toilet bersih, berfungsi semuanya agar para atlet sehat dan bisa berlatih dengan nyaman. Yang tidak selesai hari ini kita cateti dan kerjakan kemudian,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ganjar mengatakan saat ini sedang menginisiasi pembangunan kembali Jatidiri dengan anggaran APBD Provinsi Jateng 2016 senilai Rp 53 miliar.

Diakuinya, anggaran sebesar itu terbilang sedikit serta hanya mampu menyentuh sebagian Stadion Sepakbola dan gelanggang Olahraga (GOR). Pembangunan keseluruhan Jatidiri membutuhkan dana sekitar Rp 1 triliun. Ia pun berupaya meminta anggaran kepada pemerintah pusat. Selain juga menghimpun dana dari perusahaan-perusahaan yang ada di Jateng.

“Pengelolaan oleh swasta kemarin yang gagal total itu sekarang saya ambil alih. Tapi duit dari provinsi tidak banyak, saya sedang ngithik-ithik pengusaha untuk membangun bersama-sama, kita butuh satu triliun, siapa yang mau berinvestasi. mungkin ada yang mau mengelola lapangannya, GORnya, venue tertentu silahkan,” paparnya.

Budi Santoso menyatakan siap menunaikan tugas dari Ganjar. Menurutnya, Resik-resik Jatidiri penting untuk menumbuhkan rasa memiliki di antara masyarakat pengguna fasilitas Stadion Jatidiri. “Resik-resik ini juga  sebagai tanda pembangunan jatidiri yang akan selesai pada 2017,” katanya.

Sebelum resik-resik dimulai, juga digelar penyerahan hadiah untuk pemenang lomba mural Jatidiri. Juara pertama diraih Yoyok Isroil dari Semarang mendapat uang pembinaan Rp5 juta, juara dua Debrian dari Jakarta (Rp4 juta), juara tiga DPP Panser Biru Semarang (Rp3 juta). Kemudian juara lomba kebersihan venue diraih zona kolam renang, juara dua zona asrama ABC, dan juara tiga diraih zona sepatu roda.(byo)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

66 + = 74

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.