Ganjar : Festival Lima Gunung Bikin Bahagia

image

MAGELANG – Gubernur Jateng yang hadir di hari terakhir Festival Lima Gunung (FLG) ke 15 di dusun Keron desa Krogowanan kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang mengakhiri kata sambutannya dengan berpesan, agar penonton untuk tidak lupa bahagia. Berbicara dengan gaya yang jauh dari kesan formal di depan ribuan penonton, orang nomor satu di Jateng ini melihat kebahagiaan terpancar dari wajah para penonton.
“Saya melihat FLG ke 15 ini mampu membuat para penonton yang datang berbahagia. Karenanya, saya berpesan agar kalian semua jangan lupa untuk berbahagia,” katanya.
Ia melihat banyak penonton sampai memanjat genting untuk melihat berbagai kesenian yang di tampilkan di sebuah lapangan yang berada di tengah-tengah persawahan dan perkampungan.
Karena event ini sudah dilaksanakan untuk yang ke 15 kali, ia melihat sudah banyak kemajuan dan modern. Misal dengan adanya drone yang senantiasa mengambil gambar dari atas. Tata panggung yang lebih menarik dan kreatif, yang kesemuanya dibuat dari bahan alam dari desa setempat.
Melihat kesuksesan FLG dari tahun ke tahun, imbuhnya, ia berharap agar FLG bisa masuk dalam kalender event pariwisata Jateng. “Saya masih mencoba berkompromi dengan kawan-kawan wisata yang biasanya mengurus pariwisata secara konvensional,” katanya.
Sebab ternyata, imbuh Ganjar, kegiatan seperti ini bisa mengundang massa dalam jumlah yang sangat banyak bahkan penonton rela memanjat genting untuk bisa melihat tampilan berbagai kesenian.
Gubernur bahkan ingin agar FLG juga bisa masuk dalam event yang diadakan di candi Borobudur. Dalam hal ini ia memang memiliki program membuat banyak event di Candi Borobudur. “FLG saya harap bisa menjadi salah satu event di Candi Borobudur,” katanya.
Sebelumnya, ia sudah mencoba membuat event di Candi peninggalan nenek moyang ini, dengan backdrop Candi Borobudur, yakni pentas musik bertaraf internasional. “Alhamdullilah acaranya berhasil meski dengan jumlah penonton yang hanya cukup banyak,” paparnya.
FLG XV, sudah di gelar sejak tanggal 19 Juli lalu, dengan agenda pembukaan di candi Gunung Wukir desa Kadiluwih kecamatan Salam kabupaten Magelang.
Sedangkan pentas seni diadakan di dusun Keron desa Krogowanan Sawangan yang terletak diantara lereng gunung Merapi dan Merbabu, mulai Kamis-Minggu (21-24/7). Tema FLG tahun ini adalah “Pala Kependhem”.
Presiden FLG, Sutanto Mendut mengatakan, Pala Kependhem” artinya menyangkut soal ketahanan pangan yang diambil dari berbagai jenis tanaman yang dipendam, seperti ubi singkong tales, gembili dan sebagainya. “Jangan sampai rakyat menggantungkan hidupnya dari bahan makanan pokok yang berasal dari luar, karena di negri kitapun sudah melimpah,” ungkapnya.
FLG dari tahun ketahun selalu diadakan secara mandiri oleh seniman dari lereng gunung, seperti gunung Merapi,Merbabu, Andong Sumbing dan Menoreh Kabupaten Magelang. Tidak kurang dari 50 jenis kesenian ditampilkan di ajang ini, seperti seni tradisional, kontemporer, instalasi hingga pameran lukisan dan seni lainnya. (MJ-24)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

71 − = 70

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.