Ganjar Dorong Masyarakat Simpan Data di Aplikasi Arsip EMAS

Gubernur Ganjar Pranowo hadir di acara Rapat Koordinasi Nasional Pengawasan Kearsipan di The Sunan Hotel, Surakarta, Rabu (26/2). Di acara tersebut Gubernur menerima penghargaan Pengawasan Kearsipan yang diserahkan oleh Menpan RB Tjahyo Kumolo.

SURAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah menyediakan aplikasi Arsip EMAS (Arsip Elektronik Masyarakat) yang merupakan aplikasi untuk penyimpanan arsip-arsip pribadi atau keluarga secara digital.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan, pihaknya sangat mendorong masyarakat untuk melakukan digitalisasi data-data pribadi salah satunya dengan memanfaatkan aplikasi yang disediakan Pemprov Jateng tersebut.

Upaya digitalisasi yang dilakukannya ini, Ganjar menyebutkan, sangat diapresiasi oleh Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Tjahyo Kumolo. Menurut gubernur berambut putih itu sudah semestinya masyarakat peduli terhadap pengarsipan pribadi.

‘’Agar suatu ketika seandainya terjadi sesuatu mereka sudah punya back up itu semua. Hari ini semua harus mau pindah ke digital. Termasuk arsip pribadi, KTP, ijazah, kartu keluarga, surat-surat penting dan lainnya,’’ kata Ganjar usai Rapat Koordinasi Nasional Pengawasan Kearsipan yang diselenggarakan oleh Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) di The Sunan Hotel, Rabu (26/2/2020).

Untuk menunjang pengarsipan tersebut, Ganjar mengatakan Pemprov Jateng telah memfasilitasi dengan menyediakan ruang digital berupa aplikasi Arsip Emas. Arsip EMAS (Arsip Elektronik Masyarakat) merupakan aplikasi penyimpanan arsip-arsip keluarga. Ruang digital itupun bisa diunduh gratis melalui play store.

‘’Kita mencoba menginisiasi agar masyarakat peduli terhadap arsip. Aplikasi kita buat untuk menyederhanakan bagaimana cara mereka menyimpan. Itu cara yang kita gunakan. Mereka aktif mengisi sendiri tidak terlalu sulit. Cuma motret, ngunggah file dan password mereka sendiri,’’ katanya.

Bukan hanya pribadi, penyimpanan data-data secara digital juga telah Ganjar terapkan pada instansi-instansi pemerintahan. Selain efisiensi, proses digitalisasi tersebut juga mempermudah pencarian ketika suatu saat data tersebut dibutuhkan. Termasuk pendataan kejadian luar biasa.

‘’Ketika terjadi SARS dulu, ekonomi yang lumpuh itu apa? Corona ini kan mirip. Kalau arsip kita bagus, itu bisa direcall,’’ katanya.

Proses digitalisasi juga dilakukan oleh Dispermasdes Jateng dalam pelaporan penggunaan dana desa. Upaya tersebut menurut Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Tjahjo Kumolo mesti ditiru oleh pemerintahan daerah manapun.

‘’Yang penting tujuannya ketika masyarakat membutuhkan data, pemerintah bisa memberikan dengan cepat,’’ katanya. (Abduh)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.