Ganja 30 Kilogram Dikirim Via Bus, Polisi Tangkap Dua Tersangka

Paket tersebut disamarkan sebagai barang ekspedisi yang dititipkan pada bus jurusan Jakarta-Surabaya.

SEMARANG – Satresnarkoba Polrestabes Semarang menggagalkan pengiriman paket ganja seberat 30 kilogram dari Jakarta. Paket tersebut disamarkan sebagai barang ekspedisi yang dititipkan pada bus jurusan Jakarta-Surabaya.

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abioso Seno Aji bersama Kasat Resnarkoba AKBP Bambang Yugo menunjukkan barang bukti paket ganja yang disita dari tersangka Abdul Basir dan Kukuk.(metrojateng.com/ahmad khoirul asyhar)

Dalam kasus ini polisi menangkap dua orang tersangka yakni Abdul Basir (41) warga Sidoarjo, Jawa Timur, dan Kukuk Endit Prasetyo (31) warga asal Blitar, Jawa Timur. Keduanya merupakan penerima dan pengedar paket ganja di wilayah Jawa Timur.

Penindakan tersebut dilakukan pada hari Jumat (12/7/2019) sekitar pukul 02.00, di ruas tol Manyaran-Jatingaleh, yang dipimpin langsung oleh Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abioso Seno Aji dan Kasat Resnarkoba AKBP Bambang Yugo. Awalnya polisi menerima informasi adanya pengiriman paket ganja yang dititipkan bus jurusan Jakarta-Surabaya. Setelah itu petugas melakukan penyelidikan dan menghentikan bus Safari Dharma Raya yang melintas di tol dalam kota Semarang.

Saat penggeledahan ditemukan dua kardus besar yang di dalamnya terdapat karung dengan taburan bubuk kopi. Setelah dibuka ternyata di dalamnya terdapat 30 paket ganja masing-masing seberat 1 kilogram.

“Jadi kami temukan dulu barang bukti sebanyak 30 paket diduga ganja dengan berat sekitar 30 kilogram yang dititipkan bus. Saat diperiksa di dalam bus tidak didapati siapa pemiliknya,” kata Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abioso Seno Aji saat memberikan keterangan di Mapolrestabes Semarang, Kamis (18/7/2019).

Pada paket tertera identitas pengirim atas nama Peni dari Jakarta dan penerimanya adalah Naryo di Surabaya. Dari hasil penyelidikan dilakukan pengejaran dan benar barang dimaksudkan untuk 2 orang di Surabaya namun dengan nama berbeda. Di sana polisi berhasil menangkap dua orang tersangka yang mengambil paket tersebut.

“Mengacu dari paket, semua nama yang tercantum itu fiktif. Tetapi berkat keuletan anggota di lapangan akhirnya dua tersangka ini berhasil kami tangkap. Keduanya merupakan penerima dan pengedar paket sekaligus pengedar di wilayah Jawa Timur bahkan Sampai wilayah Indonesia Timur,” ungkap Abioso.

“Siapa pengirimnya masih kami kembangkan dengan pemeriksaan terhadap kedua tersangka, Basir dan Kukuk. Untuk asal barang ini dari Jakarta tetapi dugaan kami asal muasalnya dari Aceh,” tegasnya.

Kedua tersangka saat ini masih mendekam di ruang tahanan Polrestabes Semarang. Keduanya dijerat dengan Pasal 132 ayat (1) jo Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 132 ayat (1) jo Pasal 111 ayat (2) Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya maksimal hukuman mati, penjara seumur hidup atau 20 tahun. (aka)

 

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.