Gali Sawah, Sumarno Nemu Arca dan Situs Candi

image

BOYOLALI – Sebuah situs purbakala ditemukan di areal persawahan Dukuh Gunung Wijil, Desa Giriroto, Kecamatan Ngemplak, Boyolali. Situs itu diduga bangunan candi yang terbuat dari batu bata. Namun di sekitarnya juga ditemukan benda purbakala berupa arca dan yoni. 

Temuan benda bersejarah di desa kelahiran Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu ditemukan di areal lahan milik Sumarno dan Haji Soleh. Benda purbakala tersebut memiliki corak kebudayaan Hindu. Namun demikian, Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jateng belum bisa memastikan benda itu peninggalan abad ke berapa. 

Sumarno mengatakan, penemuan benda purbakala tersebut bermula sekitar tiga pekan lalu. Saat itu dirinya tengah proses penggarapan kavling tanah untuk perumahan di lahannya. Dekat dengan areal yang dikavling, terdapat bongkahan batu besar, yang setelah digali ternyata ukurannya sangat besar. Tak jauh dari situ, tepatnya di lahan milik H Soleh, juga terdapat banyak pecahan batu bata kuno ukuran besar.

Penasaran dengan itu, dirinya pun melakukan penggalian lagi, Selasa (22/3). Hingga akhirnya menemukan dua arca dari batu andesit serta struktur bangunan dari batu bata. Tak jauh dari tempat itu, dia juga menemukan sebuah yoni dari batu adesit. 

“Saya penasaran kok ada batu bata bata-batu bata ukuran besar. Sebelumnya saya mimpi sedang menggali tanah ini didatangi Pak Jokowi dan menyalami saya,” kata Sumarno, Rabu (23/3).

Temuan tersebut kemudian dilaporkan ke Rumah Arca Boyolali dan diteruskan ke BPCB Jateng di Prambanan untuk dilakukan penelitian. 

Staf BPCB Jateng, Bagus Mujiyanto, mengatakan dua arca yang ditemukan merupakan arca Mahakala dan Nandiswara, yang dalam budaya Hindu merupakan arca penjaga pintu. Sedangkan temuan struktur bangunan dari batu bata, pihaknya belum berani memastikan merupakan bangunan candi. Pihaknya juga meyakini adanya bagian menara yang sudah ambruk. Hal ini sesuai dengan temuan jenis batu bata yang berbeda, antara bagian bawah dengan bagian atas.

Temuan situs ini cukup unik. Pasalnya, struktur bangunan dari batu bata, namun juga ditemukan arca maupun yoni yang terbuat dari batu andesit. “Jika melihat arca dan yoni dari batu andesit biasanya merupakan jaman Hindu, yakni sekitar abad 8-12 Masehi. Namun struktur batu bata ini menunjukkan peralihan ke jaman Islam, yakni sekitar abad 13-14 M,” jelasnya kepada wartawan di lokasi penemuan. 

Pihaknya akan segera membuat laporan dan rekomendasi untuk penelitian lebih lanjut. Rekomendasi nantinya ditujukan ke Balai Arkeologi serta Jurusan Arkeologi UGM, yang mengusai bidangnya untuk penyelidikan lebih mendalam. (MJ-07) 

 

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

− 2 = 7

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.