Galeri Tri Atama, Ruang Pamer Karya Anak Bangsa

Masyarakat perlu menikmati karya seni untuk “mengisi” otak kanan, sebagai penyeimbang setelah rutinitas harian yang banyak melibatkan otak kiri.

Galeri Tri Atama Anak Bangsa yang berada di Prabanata Village Blok C-9 Jalan Tirto Agung, Tembalang memperingati  ulang tahun kelima, Minggu (20/1/2019) petang. Foto: metrojateng.com/Ade Lukmono

“Di kehidupan sehari-hari, kita semua biasanya terpaku pada hal-hal ekonomis, pragmatis dan jangka pendek. Melalui galeri ini, nilai-nilai yang selama ini menguap bisa menjadi satu kembali,” 

SEMARANG – Galeri Tri Atama Anak Bangsa yang berada di Prabanata Village Blok C-9 Jalan Tirto Agung, Tembalang memasuki usia lima tahun. Untuk memperingatinya, beberapa stake holder dan tokoh diundang untuk memanjatkan doa agar apa yang menjadi cita-cita didirikannya galeri bisa terwujud.

 

Mewakili tuan rumah galeri, Hartoyo mengatakan galeri ini akan secara kontinyu memamerkan hasil karya anak bangsa dari berbagai daerah. Tujuannya adalah untuk menghargai seni dan budaya yang ada di seluruh penjuru negeri.

 

“Melalui galeri ini, kami ingin menyatukan bangsa, terutama anak muda untuk tetap berkarya dan menghasilkan hal-hal positif dalam kehidupan,” ungkapnya, Minggu (20/1/2019) petang.

 

Dia mendapatkan masukan dari berbagai pihak agar galeri ini tidak hanya berisi karya seni saja, melainkan karya-karya penggagas galeri ini, yaitu AG Soemantri yang berupa buku, puisi dan sebagainya bisa ditampilkan untuk dinikmati banyak orang.

 

Sementara itu, perwakilan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang hadir, Sunaryo mengapresiasi adanya galeri-galeri seperti ini. Dia merasa masyarakat perlu penyegaran di dalam rutinitas kehidupannya. Dengan memandang karya seni, diharapkan bisa menjadi relaksasi di tengah-tengah hiruk pikuk kehidupan.

 

“Di kehidupan sehari-hari, kita semua biasanya terpaku pada hal-hal ekonomis, pragmatis dan jangka pendek. Melalui galeri ini, saya harapkan nilai-nilai kehidupan yang selama ini menguap bisa menjadi satu kembali,” ujarnya.

 

Dia juga mengatakan, masyarakat perlu menikmati karya seni untuk “mengisi” otak kanan, di mana selama rutinitas kehidupan dan pekerjaan orang-orang hanya mengandalkan otak kiri.

 

Kehadiran galeri ini yang sudah berusia lima tahun diharapkan mampu menjadi motivasi bagi anak-anak muda lainnya agar mencintai budaya sendiri dibanding mengagung-agungkan budaya impor yang justru bisa mengikis kearifan yang dimiliki negara sendiri. (ade)

 

 

Ucapan Lebaran 1440

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.