indonesia-cari-bakat

Gak Cuma Motor, Backhoe Pengeruk Pasir Pun Kena Razia Polisi

image
Ilustrasi penambangan pasir

MAGELANG – Sebanyak empat alat berat yang digunakan untuk menambang pasir di alur sungai Menowo, dusun Munthuk, desa kinjing Kecamatan Dukun kabupaten Magelang, di garuk tim Polda Jateng, Selasa (3/5). Tidak itu saja, tim juga menyita 11 tanki berisi bahan bakar solar yang diduga milik CV Barokah Merapi.
Menurut Kanit Subdit IV Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Polda Jateng Kompol Sapuan, tim Polda Jateng datang ke lokasi pukul 04.00 wib dan mendapati tiga alat berat sedang beroperasi melakukan penambangan. Sedang satu alat berat tidak digunakan kaena rusak.
“Kita amankan semua alat berat ini karena tidak memiliki ijin penambangan,” kata Sapuan.
Selain empat alat berat, ikut diamankan 11 tangki berukuran jumbo berisi bahan bakar solar yang digunakan untuk penambangan. Untuk sementara semua barang yang diamankan dititipkan ke ESDM Jawatengah di Solo.
Sapuan menegaskan, razia akan tetap dilaksanakan di seluruh wilayah penambangan yang ada di Magelang terutama di sungai berhulu dari Gunung Merapi.
Sebelumnya Kepala Balai ESDM Wilayah Solo Soeseno di depan warga yang beraudiensi di DPD Kabupaten Magelang menyebutkan, seluruh kegiatan penambangan yang ada di Kabupaten Magelang ilegal. Pasalnya, pihaknya belum pernah mengeluarkan ijin untuk kegiatan produksi penambangan.
Yang sudah keluar adalah wilayah ijin usaha pertambangan (WIUP) yang mendasari peta rencana tata ruang Kabupaten Magelang dan ijin eksplorasi. “Kalau ijin produksi belum karena amdal dan lain sebegainya belum bisa dipenuhi, terangnya.
Saat ini ada 27 operator alat berat yang mengajukan ijin usaha pertambangan.Namun dari 27 pengusaha yang mengajukan ijin, belum ada satupun yang mampu melengkapi syarat yang sudah ditentukan. (MJ-24)

Anda mungkin juga berminat
Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

12 − 10 =

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.