Gairahkan Pasar Properti, Pengembang Lakukan Inovasi Produk

Inovasi yang dilakukan pengembang agar para konsumen tertarik membeli rumah adalah dengan menyesuaikan daya beli.

SEMARANG – Pasar properti pada tahun 2019 ini belum menunjukkan gairah atau peningkatan penjualan. Menghadapi kondisi itu para pengembang berupaya melakukan inovasi produk.

Berbagai inovasi produk properti hadir di pameran Property Expo Semarang Ke-7 di Mal Ciputra Semarang, 10-21 Oktober 2019. Foto: metrojateng.com/anggun puspita

Wakil Ketua Bidang Komunikasi dan Promosi DPD REI Jawa Tengah, Berlian Febriana mengatakan, inovasi yang dilakukan pengembang agar para konsumen tertarik membeli rumah adalah dengan menyesuaikan daya beli.

“Kami mulai mencari tahu produk rumah seperti apa yang diminati pasar, lalu harga berapa yang cocok dengan kemampuan mereka. Misalnya, kalau tiap bulan mereka mampunya mencicil Rp 3 juta, maka kita harus bisa bangun rumah seharga Rp 500 jutaan,” jelasnya di sela pembukaan Property Expo Semarang Ke-7 di Mal Ciputra Semarang, Kamis (10/10/2019).

Kemudian, lanjut dia, pengembang juga mulai berinovasi membangun rumah untuk pasar milenial. Inovasi itu juga terkait kemudahan jangka waktu mereka mengangsur.

Kendati menjelang akhir tahun, para pengembang yang tergabung di REI optimistis target penjualan rumah tahunan bisa tercapai. Saat akhir tahun para pengembang akan mengejar penjualan sehingga mereka menawarkan berbagai program dan promo.

“Oktober – Desember biasanya mengejar target, akan ada banyak promo pameran dan program akhir tahun yang menarik,” jelas Berlian.

Selain itu, properti sejauh ini pun masih sangat cocok dijadikan investasi karena jauh lebih stabil dan aman dibandingkan sektor lain.

Sementara, pada pameran Property Expo Semarang ke-7 yang berlangsung 10-21 Oktober 2019 ini ditargetkan mampu meraih transaksi hingga Rp 60 miliar. (ang)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.