Gagal Nyaleg, Anggota Partai Gugat KPU

Para penggugat terganjal berbagai aturan KPU seperti larangan caleg mantap napi korupsi.

SEMARANG- Badan Pengawas Pemilu Jawa Tengah menerima gugatan yang dari 16 bakal calon legislatif (bacaleg) DPRD setempat yang gagal masuk ke dalam daftar caleg sementara (DCS).

KPU Banyumas menerima hasil verifikasi awal berkas calon yang diusulkan oleh masing-masing partai, beberapa waktu lalu. Foto: metrojateng.com

Para penggugat terganjal berbagai aturan yang dibuat oleh Komisi Pemilihan Umum. Di antaranya, berupa pelanggarangan larangan mantan narapidana kasus korupsi menjadi caleg dan berkas syarat pendaftaran yang tak lengkap.

“Ada 16 sengketa yang diajukan partai politik dari sembilan kabupaten/kota di Jateng,” terang Koordinator Divisi Sengketa Bawaslu Jawa Tengah, Heru Cahyono, Selasa (20/8/2018).

BACA JUGA: KPU Siap Hadapi Gugatan Kader Parpol

Heru mengungkapkan 16 penggugat tersebut berasal dari sejumlah parpol. Antara lain, Partai Berkarya, Persatuan Indonesia (Perindo) Hati Nurani Rakyat (Hanura) dan Partai Amanat Nasional (PAN). Penggugat dari Hanura misalnya, katanya merupakan mantan narapidana korupsi.

Kemudian, ada Berkarya, Perindo dan PAN di Wonosobo yang mengajukan permohonan sengketa terkait perubahan SKCK dari kepolisian sehingga kurang persyaratannya.

Pihaknya saat ini punya waktu untuk memutus sengketa selama 12 hari. Bila dalam mediasi itu tidak ada titik temu akan berlanjut proses ajudikasi. “Untuk mekanismenya, kami memiliki penyelesaian kelengkapan berkas sengketa lalu bertahap ke mediasi,” ungkapnya. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.