Gagal Bangun PLTU Batang, Jateng akan ‘Impor’ Listrik

image
Gubernur Ganjar Pranowo saat penandatanganan MoU Bantuan HAM, beberapa waktu lalu. Jateng juga sudah sepakat untuk proyek pembangunan PLTU dengan Provinsi Kalimantan Tengah. Foto Metrojateng/MJ-11

SEMARANG – Provinsi Jawa Tengah dengan Provinsi Kalimantan Tengah kerjasama merintis pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Mulut Tambang. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan pembangkit listrik seluruhnya akan dibangun di Kalimantan Tengah dan listriknya akan dipasok ke PLN (Pembangkit Listrik Negara) di Jawa Tengah.

Nantinya, penyaluran aliran listrik dari Kalimantan ke Jawa Tengah itu akan melalui jaringan listrik kabel bawah laut lintas Provinsi Jawa Tengah-Kalimantan Tengah. Pada Kamis, 11 September lalu, Gubernur Pemerintah Jawa Tengah dan Gubernur Kalimantan Tengah Teras Narang sudah menandatangani nota kesepakatan di Jakarta.

Ganjar menyatakan nantinya Jawa Tengah tak perlu mengeluarkan biaya dan anggaran untuk proyek ini. Sebab, pembangkit listrik itu akan dibangun di Kalimantan Tengah dan akan dijual ke PLN di Jawa Tengah. Ganjar menyebut setelah proses perencanaan selesai maka akan mencari investor yang siap untuk menanamkan investasi pembangunan pembangkit listrik tersebut.

Kerjasama “impor” listrik dari Kalimantan Tengah ini menurut Ganjar sangat penting. Sebab diprediksi Jawa Tengah akan krisis listrik pada 2017. Sementara upaya pemerintah membangun PLTU di Batang masih terkendala pembebasan lahan dan munculnya penolakan masyarakat. Ganjar menyatakan PLTU Batang akan dipindahkan ke lokasi lain. Namun sejauh ini kabar itu tak ada tindak lanjutnya.(MJ-03)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

+ 2 = 7

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.