Foto: Mengenang Romantisme Naik Kereta Api di Museum Lokomotif Kota Lama

SEMARANG – Kawasan Cagar Budaya Kota Lama Semarang saat ini bertambah unik dengan adanya Monumen Lokomotif D 301 59 yang dihiasi dengan Dancing Fountain di depan Polder Stasiun Tawang. PT KAI bersama Pemerintah Kota Semarang telah meresmikan monumen lokomotif tersebut pada Selasa (26/3/2019).

Foto: Direktur Utama PT KAI, Edi Sukmoro bersama Ketua Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L) Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu saat berbicara kepada wartawan usai meresmikan monumen lokomotif D 301 59 di depan Polder Stasiun Tawang.

Foto: Penampakan lokomotif D-301-59 dengan latar belakang semburat air mancur di Polder Tawang.

Foto: Lokomotif yang kini digunakan sebagai monumen, telah beroperasi kurang lebih selama 52 tahun di wilayah kerja perkeretaapian Indonesia. Tercatat pada bulan April tahun 2014 lalu, lokomotif ini dinyatakan sudah tidak siap operasi dan mangkrak di emplasemen Depo Lokomotif Semarang Poncol. Melihat hal tersebut, PT KAI Daerah Operasi 4 Semarang berinisiatif untuk menjadikannya monumen di area kota lama.

Foto: Pembuatan monumen lokomotif bertujuan mengenang beroperasinya lokomotif seri D 301 59 di Indonesia. Lokomotif yang dapat melaju hingga kecepatan 50 km/jam dengan di topang mesin diesel sempat beroperasi untuk keperluan langsir dari stasiun-stasiun besar Pulau jawa dan kereta wisata Ambarawa. (far)

Ucapan Lebaran 1440

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.