Forpimda Magelang Ajak Masyarakat Tunggu Hasil Keputusan KPU

Deklarasi Damai Pascapemilu

Selama enam bulan penyelenggaraan kampanye Pemilu masyarakat telah terkotak-kotak karena perbedaan pendapat dan pilihan.

MAGELANG – Jajaran Forum Pimpinan Daerah (Forpimda), tokoh masyarakat, tokoh agama, partai politik hingga tim sukses peserta Pemilu 2019 menandatangani kesepakatan dan deklarasi untuk menjaga perdamaian pascaperhelatan Pemilu 2019, di rumah makan Kebon Semilir, Sanden, Kota Magelang, Kamis (25/4/2019).

Jajaran Forpimda dan tokoh masyarakat Kota Magelang menggelar deklarasi damai pasca pemilu. Foto: metrojateng.com/ch kurniawati

Deklarasi yang diinisiasi oleh Kepolisian Resor (Polres) Magelang Kota itu juga dihadiri oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Magelang.

Wakapolres Magelang Kota, Kompol Khamami, menuturkan selama enam bulan penyelenggaraan kampanye Pemilu masyarakat telah terkotak-kotak karena perbedaan pendapat dan pilihan. Tanpa disadari hal itu merupakan potensi konflik yang perlu diwaspadai, bahkan pasca puncak Pemilu 17 April 2019.

“Maka kami pandang perlu membuat kegiatan atau komitmen masyarakat Kota Magelang agar tetap aman, damai, sejuk, sampai nanti seluruh proses Pemilu selesai,” kata Khamami.

Pihaknya mengajak seluruh komponen masyarakat untuk merajut silaturahmi meski memiliki latar belakang dan perbedaan pilihan. Walaupun di Kota Magelang sendiri konflik antarmasyarakat tidak muncul di permukaan.

Setidaknya ada 4 pokok deklarasi yang disepakati, yakni pertama, akan menaati segala peraturan perundang-undangan demi terselenggaranya Pemilu 2019 yang jujur dan adil. Kedua, sanggup menjaga persatuan dan kesatuan di Kota Magelang dan NKRI.

Ketiga, akan menghormati dan menunggu pengumuman hasil perhitungan suara resmi oleh KPU, dan keempat, tidak akan membuat dan menyebarkan berita bohong serta mobilisasi massa yang mengakibatkan keresahan masyarakat.

Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito, sangat mengapresiasi deklarasi tersebut demi terciptanya masyarakat Kota Magelang yang aman dan damai. Menurutnya setiap kontestasi politik seperti Pemilu akan penuh dengan strategi dan intrik politik.

“Mari bersama-sama kita bersabar menunggu proses rekapitulasi perhitungan suara oleh KPU,” kata Sigit, dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Wakil Wali Kota Magelang Windarti Agustina.

Sebagai catatan, kata Sigit, masih ada satu pekerjaan yang harus ditunaikan yakni Pemungutan Suara Ulang (PSU) di TPS 01 Kelurahan Magelang, Sabtu 27 April 2019 mendatang. Pihaknya berharap PSU dapat terselenggara sesuai ketentuan dengan tertib dan aman.

“Maka pada momen ini mari kita gunakan untuk mempererat ikatan persaudaraan guna membangun soliditas dan solidaritas kolektif demi Indonesia yang lebih baik,” pungkasnya. (MJ-24)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.