FKUB Jateng Minta Kemenag Turun Tangan Perbaiki Pengeras Suara

Pemerintah seharusnya bijak menempuh dua tindakan agar kasus yang menjerat Meiliana tak terulang lagi di masa mendatang.

SEMARANG- Forum Kerukunan Umat Beragama Jawa Tengah menyoroti sikap pemerintah pusat yang tidak serius dalam kasus kriminalisasi yang menjerat Meiliana. Hakim Pengadilan Negeri Tanjung Balai, Medan, Sumatera Utara memvonis Meilina setahun enam bulan karena memprotes suara azan di masjid dekat rumahnya.

Kementerian Agama

Ketua FKUB Jawa Tengah, Mudjahirin Thohir mengungkapkan, pemerintah seharusnya secara bijak menempuh dua tindakan agar kasus yang menjerat Meiliana tak terulang lagi di masa mendatang.

“Dengan mencuatnya kasus Meiliana akibat memprotes suara masjid, kami rasa ada dua hal yang harus disikapi secara oleh pemerintah,” kata Mudjahirin, usai menghadiri dialog lintas agama di Hotel Patra Jasa Semarang, Rabu (29/8/2018).

Di antara secara teknis terkait pengeras suara, Mudjahirin meminta sebaiknya pemerintah melalui Kementerian Agama membenahi pengeras suara yang terpasang di masjid.

“Agar kenyamanan masyarakat sekitar masjid semakin kondusif, ada baiknya pemeluk agama selain Islam di lingkungan masjid diajak bergotong royong misal dalam perbaikan pengeras suara,” ungkapnya.

Mudjahirin melanjutkan, langkah kedua berupa imbauan kepada pengelola masjid untuk meningkatkan kualitas suara para muazin. Selain itu, ormas-ormas Islam harus mampu menahan diri dan tidak bertindak emosional untuk menyikapi kasus tersebut. “Jangan pakai emosi. Tahan diri dulu lah,” ujarnya. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.