Fintech Dorong Pertumbuhan Cashless Society

Salah satu fintech yang terdaftar dan diawasi OJK adalah Akseleran yang bergerak di bidang peer to peer lending.

SEMARANG – Keberadaan financial technology (fintech) sekarang ini akan mendorong pertumbuhan cashless society. Masyarakat mulai bergeser memanfaatkan fintech dalam pengelolaan hingga menjadi solusi keuangan.

Senior Vice President Corporate Communication Akseleran, Rimba Laut bersama narasumber lainnya mengisi acara Idola Business Gathering dengan tema ‘Mampukah Fintech Memodali Jutaan Pengusaha Indonesia’ di Oak Tree Hotel Semarang, Kamis (10/10/2019). Foto: metrojateng.com/anggun puspita

Ekonom Unika Soegijapranata Semarang, Dr Ika Rahutami mengatakan, fintech adalah keniscayaan, sebab perkembangan zaman begitu cepat dan teknologi juga terus maju. Arti bank dan banking juga berbeda.

“Saat ini sudah memasuki era banking dan mengarah ke fintech. Orang konvensional pasti masih mencari bank, tapi bagi yang mengikuti perkembangan zaman pasti memilih banking yang lebih cepat dan mudah,” katanya pada acara Idola Business Gathering dengan tema ‘Mampukah Fintech Memodali Jutaan Pengusaha Indonesia’ di Oak Tree Hotel Semarang, Kamis (10/10/2019).

Maka, fintech bisa menjadi alternatif dan jadi solusi, asalkan dengan catatan perlu kehati-hatian. “Munculnya fintech adalah satu hal yang perlu dikebut di revolusi industri 4.0. Agar tidak terjebak pada fintech ilegal dibutuhkan edukasi serta kesediaan untuk berubah dan mempelajari teknologi,” ungkapnya.

Sementara, untuk memanfaatkan fintech masyarakat perlu mencermati kelegalan lembaga keuangan tersebut.

Kepala Bagian Pengawasan Industri Keuangan Non Bank Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 3 Jateng-DIY, Gatot Yulianto mengungkapkan, saat ini banyak pemain di dunia lembaga jasa keuangan di Indonesia.

Kehadiran fintech tentu suatu yang positif, tapi juga bisa jadi negatif jika masyarakat tidak cermat dalam memilih dan memanfaatkan lembaga tersebut. “Secara nasional kami mencatat ada 127 fintech yang terdaftar di OJK, dan 13 sudah berizin,” katanya.

Adapun, salah satu fintech yang terdaftar dan diawasi OJK adalah Akseleran yang bergerak di bidang peer to peer lending.

Senior Vice President Corporate Communication Akseleran, Rimba Laut mengatakan, peran OJK sangat besar dan bergerak cepat dalam mengawal fintech. Sebagai lembaga fintech yang terdaftar di OJK berdampak positif pada kinerja Akseleran.

“Sejauh ini perkembangan Akseleran di kuartal III-2019 secara nasional tumbuh 208%, total jumlah pinjaman yang disalurkan senilai Rp 200 miliar kepada 1.600 pelaku usaha atau borrower. Untuk di Jawa Tengah dari pemberi dana pinjaman atau lending dikucurkan Rp 4,2 miliar, sedangkan kontribusi Semarang 40% atau Rp 1,6 miliar,” ungkapnya.

Akseleran terus menggenjot pinjaman usaha khususnya untuk produktif dan menyasar sektor UKM.

“Kami terus mengedukasi ke masyarakat bahwa lembaga kami tidak seperti pinjaman online ilegal yang marak saat ini. Sebab, dalam pengajuan pinjaman kami sangat teliti untuk mencairkannya,” katanya. (ang)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.